-
Spirit Kalteng

Penutupan Jalan Provinsi Jangan Sampai Ganggu Pasok Bahan Baku

58
×

Penutupan Jalan Provinsi Jangan Sampai Ganggu Pasok Bahan Baku

Sebarkan artikel ini
Pengamat Ekonomi Kalteng sekaligus Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Palangka Raya Fitria Husnatarina
-

*Fitria: Angkutan PBS Bisa Lewat Sungai

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Pengamat ekonomi Kalimantan Tengah Fitria Husnatarina turut berkomentar terkait hasil rapat evaluasi yang membahas rencana penutupan jalan Palangka Raya-Gunung Mas bagi perusahaan besar swasta (PBS).

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Palangka Raya (UPR) itu mengatakan, hal ini memang sesuatu yang secara urgensi diambil, dengan dasar melihat faktual lapangan.

“Saya melihat bahwa kebijakan-kebijakan taktis dan praktis ini diambil karena melihat pemberitaan, faktual lapangan, melihat begitu banyaknya desakan-desakan secara sosial, sehingga kebijakan sementara ini dilakukan penutupan bagi PBS,” kata Fitria kepada Tabengan, Senin (28/11).

Jika dilihat secara sektoral, apakah jalan negara, atau provinsi, kota/kabupaten, adalah masalah tersendiri. Tetapi secara keseluruhan dari kebijakan seperti ini merupakan bagian yang sekiranya dalam jangka waktu singkat, dapat menghasilkan sebuah perbaikan.

“Dalam waktu singkat ya. Tidak bisa selama-lama mungkin, atau dalam batas waktu tertentu ini akan sangat mengganggu sisi pandang ekonomi. Mohon disimak dengan baik, karena ini bicara tentang bagaimana dampak dari kebijakan untuk aktivitas ekonomi. Kita bicara juga tentang bagaimana kualifikasi dari jalan yang sangat mengganggu, itu juga sama halnya dengan menutup sementara dan kemudian memperbaiki,” imbuhnya.

Sekali lagi, Direktur BEI Kampus UPR itu menegaskan, penutupan jalan bagi PBS tidak bisa dalam jangka waktu lama, karena akan menyebabkan permasalahan berikutnya, yakni terganggunya rantai pasokan.

“Rantai pasok akan sangat terganggu. Saya berharap sebenarnya begini, kebijakan seperti ini diikuti dengan kebijakan lainnya lagi. Tidak bisa yang namanya kebijakan itu berdiri sendiri, harus diikuti dengan kebijakan lainnya. Misalnya kalau kita bicara tentang proses dari rantai pasok bahan baku, ini penting sekali, kemudian dari proses manufakturing di sisi hulunya,” ujar Fitria.

Menurut dia, proses manufakturing akan penting sekali untuk dihasilkannya produk yang akan didistribusikan ke pasar. Yang perlu dipertimbangkan adalah durasi waktu, yang sekiranya nanti bisa memperbaiki atau ada proses mitigasi risiko terhadap jalan ini, yang dalam jangka waktu cepat bisa terjawab. Tapi kalau bisa dilaksanakan secara linear tanpa memutus rantai pasok itu, tapi juga sekaligus.

“Harapannya masalah ini bisa terselesaikan dalam jangka panjang. Tapi menurut saya, tidak juga seperti itu kalau kita membenahi,” imbuhnya.

Fitria memberikan opsi dengan mengatakan mengapa tidak dengan strategi lain, pengangkutan PBS melalui alur sungai agar kondisi jalan tetap terjaga. Sebab, jalan lintas Gunung Mas-Palangka Raya adalah juga jalur lalu lintas umum masyarakat dan jalur niaga pasokan sehari-hari.

Penutupan jangan sampai merugikan karena terhentinya rantai pasok untuk produksi, di sini pemerintah perlu punya frekuensi yang sama dengan pengusaha. Juga secara ekonomi harus memikirkan, tidak hanya pengusaha dan pelaku usaha, masyarakat juga ikut terdampak. dsn

-
-
-