PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Sanggar Seni dan Budaya Marajaki menggelar Aksi Bintang Sineas Kalimantan Tengah (Kalteng) 2022. Kegiatan ini dilakukan sebagai jawaban atas menurunnya bidang seni budaya akibat penyebaran virus Covid-19. Aksi Bintang Sineas Kalteng 2022 untuk menghidupkan kembali bidang perfilman atau yang dikenal dengan istilah sineas.
Di dunia perfilman, kata Pendiri Sanggar Marajaki, Benny M Tundan, pandemi membuat dunia perfilman di Kalteng mengalami penurunan. Berbagai upaya penyesuaian terus dilakukan sebagai adaptasi akibat penyebaran Covid-19.
Aksi Bintang Sineas Kalteng 2022 adalah langkah untuk kembali meningkatkan dunia perfilman di Kalteng, khususnya bidang seni dan budaya.
Aksi Bintang Sineas Kalteng, kata Benny, bukanlah lomba, melainkan wadah untuk membangkitkan kembali sineas atau perfilman di Kalteng. Ada sejumlah kegiatan dalam Aksi Bintang Sineas Kalteng 2022 ini. Mulai dari pemutaran film, sharing dan diskusi, penampilan seni, sampai pada bazar UMKM.
“Kami mengundang seluruh masyarakat yang ada di Palangka Raya untuk dapat hadir dan menyaksikan kegiatan Aksi Bintang Sineas Kalteng 2022 ini, pada Jumat (2/12) di Resto Tjilik Riwut Palangka Raya. Acara kali ini mengangkat seri spesial yakni Tjilik Riwut. Bersama-sama membangkitkan dunia perfilman yang ada di Kalteng, dan juga melahirkan inovasi baru dalam dunia perfilman,” kata Benny, saat menyampaikan kegiatan Aksi Bintang Sineas Kalteng 2022, Kamis (2/12).
Menurut Benny, dunia sineas hanya dikenal lewat karyanya saja. Sementara para pelaku karya tersebut cenderung tidak dikenal masyarakat. Kegiatan ini pula menjadi wadah untuk memperkenalkan siapa saja pelaku di balik layar pembuat sebuah film.
Aksi Bintang Sineas ini, lanjut Benny, dalam upaya menyampaikannya dan melestarikan budaya Dayak Kalteng yang mulai terlupakan. Mekanismenya dengan menginvetarisir pengetahuan dan warisan benda/tak benda budaya yang ada melalui workshop, ruang-ruang pertemuan kebudayaan berbasis audiovisual.
Kemudian, tambah Benny, menjadikan kegiatan ini sebagai media belajar/edukasi bagi para sineas atau kreator film maker, pemuda, siswa sekolah, mahasiswa maupun masyarakat umum tentang nilai dan makna kearifan lokal suku Dayak dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis audiovisual.
Aksi Bintang Sineas Kalteng, ungkap Benny, merupakan ide dan konsep dalam rangka melakukan pendayagunaan Ruang Publik Sinema Mikro untuk pemajuan kebudayaannya, serta bentuk upaya mempertahankan budaya dan kearifan lokal serta memperkuat jumlah ruang-ruang pertemuan kebudayaan berbasis audiovisual.
Kemudian meningkatkan, memperluas akses-akses masyarakat dalam mewujudkan kegiatan-kegiatan yang memiliki nilai kreativitas, inovasi, pewarisan nilai budaya, serta memperkuat karakter bangsa, dan keragaman budaya serta sikap toleransi antarbudaya.ded











