

SOSIALISASI – Sebanyak 170 prajurit di Batalyon Raider 631 Antang mendapatkan edukasi melalui sosialisasi yang dilakukan KPA Kalteng terkait dengan HIV/AIDS. Edukasi yang tepat, diharapkan dapat membuat para prajurit dapat membentengi diri dari bahaya HIV/AIDS, Rabu (28/12) di Palangka Raya.
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kalimantan Tengah (Kalteng), mengapresiasi dukungan yang diberikan Batalyon Raider 631 Antang, dalam dukungan pencegahan penularan HIV/AIDS di Kalteng, khususnya di lingkungan internal TNI. Apresiasi diberikan kepada Batalyon Raider 631 Antang ini diberikan menyusul digelarnya sosialisasi HIV/AIDS kepada 170 prajurit yang akan dikirim ke Papua.
Sekretaris KPA Kalteng, Saidah Suryani, mengatakan, prajurit yang diberikan sosialisasi Ini adalah mereka yang akan berangkat untuk melaksanakan tugas di Papua. Sebagaimana diketahui, angka HIV/AIDS di provinsi itu sangat tinggi, sehingga rentan untuk menularkan ke prajurit kita.
”Sosialisasi yang diberikan KPA Kalteng kepada para prajurit TNI ini semata untuk membentengi diri dari penularan virus yang sangat berbahaya ini. Semoga, apa yang diberikan ini dapat menjaga para prajurit ini dari bahaya paparan virus HIV/AIDS. Mereka berangkat dalam kondisi sehat, begitu pula harapan kita kembali ke Kalteng,” kata Saidah, saat memberikan komentar terkait sosialisasi di Batalyon Raider 631 Antang, Rabu (28/12) di Palangka Raya.
Saidah menyampaikan, apa yang dilakukan KPA Kalteng semata edukasi, dan memberikan tambahan pengetahuan demi membentengi diri. Mengenali dan mengetahui gejala orang yang terpapar itu penting. Bukan untuk menjauhi, ataupun menghindar tapi lebih kepada mawas diri.
Terpisah, Dokter Batalyon Raider 631 Antang, Letda CKM dr Dzul Asmi, mengatakan, apa yang dilakukan KPA Kalteng ini sangat penting bagi prajurit yang akan berangkat bertugas. Memang, TNI secara rutin melakukan tes dan juga pemeriksaan atas setiap prajurit TNI. Sosialisasi yang diberikan semakin menambahkan pengetahuan, dan juga pemahaman secara tepat terkait HIV/AIDS.ded











