PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Dalam data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah (Kalteng), Senin (2/1), tercatat beberapa komoditas yang menyumbang inflasi di Kalteng (yoy) berdasarkan pantauan dari 2 kota acuan.
Pertama, Kota Palangka Raya, inflasi antara lain disumbangkan oleh daging babi 83,93 persen, selanjutnya bensin 31,75 persen, bahan bakar rumah tangga 24,15 persen, beras 28,95 persen dan kue kering berminyak 31,61 persen.
Kemudian di Kota Sampit (yoy), beberapa komoditas yang menyumbang inflasi adalah bensin 29,68 persen, bahan bakar rumah tangga 22,36 persen, rokok kretek filter 13,22 persen kue kering berminyak 61,19 persen dan beras 6,31 persen.
Kepala BPS Kalteng Eko Marsoro dalam paparan Berita Resmi Statistik terkait inflasi yang terjadi di 2 kota acuan di Kalteng, Palangka Raya dan Sampit, menyebutkan, inflasi gabungan Palangka Raya dan Sampit pada Desember 2022 terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,93 persen.
Kemudian pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,43 persen, kelompok kesehatan 0,15 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,06 persen, dan kelompok pakaian dan alas kaki 0,01 persen.
Pada kesempatan itu, dijelaskan pula inflasi tahun kalender Desember 2022 terhadap Desember 2021 dan inflasi tahun ke tahun Desember 2022 terhadap Desember 2021 untuk gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit tercatat sebesar 6,32 persen.
Eko juga menyebutkan beberapa komoditas yang memberikan sumbangan inflasi pada Desember 2022, antara lain beras, emas perhiasan, rokok kretek filter, telur ayam ras, makanan ringan/snack, tomat, ikan gabus, wortel, ikan asin telang, dan minyak goreng.
“Beberapa komoditas yang memberikan sumbangan deflasi pada Desember 2022 antara lain angkutan udara, kacang panjang, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, bahan bakar rumah tangga, bawang merah, daging ayam ras, ikan nila, sabun detergen bubuk/cair, ikan selar/ikan tude, dan kopi bubuk,” bebernya. dsn











