
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Suasana haru mengiringi prosesi penghormatan terakhir hingga pemakaman almarhum Kolonel Inf (Purn) Salundik Gohong, mantan Wali Kota Palangka Raya periode 1998-2003, Minggu (26/2).
Dimulai dari prosesi pemberangkatan dari rumah duka Jalan Rajawali II, keluarga menyerahkan jenazah almahum untuk dilakukan secara militer.
Peti mati almarhum diangkat beberapa anggota TNI Kodim Palangka Raya diiringi komando hormat senjata, kemudian diletakkan dalam mobil ambulance.
Dari rumah duka, rombongan menuju Kantor Wali Kota Palangka Raya Jalan Tjilik Riwut km 5,5 untuk menerima penghormatan terakhir. Meski prosesi tersebut hanya berlangsung di halaman kantor wali kota, namun suasana haru dan khidmat tak dapat dipungkiri.
Iringan mobil ambulance yang membawa jenazah almarhum memasuki halaman kantor secara lambat, sementara di tepi jalan, segenap jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya memberi penghormatan terakhir, dipimpin Wakil Wali Kota Palangka Raya Umi Mastikah, diikuti Sekda Hera Nugrahayu, Kepala Dinas, Camat, Lurah dan segenap jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Kepala OPD di lingkup Pemerintah Kota Palangka Raya, Wali Kota Palangka Raya periode 2008-2013 dan 2013-2018 HM Riban Satia dan Wakil Wali Kota periode 2013-2018 Mofit Saptono, Linda Nisida Moesa istri Nahson Tawai Wali Kota Palangka Raya 1993-1998 serta para tokoh masyarakat lainnya.
Selanjutnya, prosesi pemakaman dilaksanakan secara militer, dipimpin Danrem 102/Pjg Brigjen Bayu Permana, dalam hal ini diwakili Kasi Personel Kasrem 102/Pjg Kol Caj Dodi Mulyani SE MM. Pemakaman berlangsung di km 12 Jalan Tjilik Riwut.
Kesempatan itu, Umi Mastikah menyatakan rasa dukanya yang mendalam atas kepulangan putra daerah terbaik itu ke Pangkuan Sang Pencipta.
Disebutkan Umi, sosok almarhum adalah bagian dari perjuangan perjalanan Pemerintah Kota Palangka Raya. Umi juga berharap apa yang dilakukannya dulu, selama beliau menjabat menjadi inspirasi bagi jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya maupun juga generasi-generasi penerus di Kota Palangka Raya.
“Agar apa yang telah diperjuangkan selama almarhum mengabdi dapat dilanjutkan dan bisa menjadi visi misi yang berkelanjutan,” ujar Umi saat dibincangi Tabengan.
Pesan Umi buat keluarga almarhum, kiranya Yang Maha Kuasa selalu memberikan kekuatan, ketabahan dan kesabaran juga berkat-berkat-Nya bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Untuk keluarga sangat turut merasakan duka yang mendalam dan semoga senantiasa diberikan kekuatan ketabahan dan kesabaran, diberikan berkat oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.
Umi juga menyebutkan bahwa semasa hidup almarhum adalah sosok yang menjadi panutan. Sebagai ayah menjadi pengayom, dan tentu saja warga Kota Palangka Raya sosok yang benar-benar menjadi garda terdepan di dalam melaksanakan tugas-tugas beliau sebagai “bapaknya” warga Kota Palangka Raya, sebagai Wali Kota Palangka Raya periode 1998-2003.
“Berkesan karena beliau sebagai purnawirawan beliau tegas tetapi beliau tetap menjadi kesatuan dan beliau banyak jasa-jasanya dalam menjaga stabilitas keamanan kita yang berbeda suku agama dan golongan, sebagai sosok penjaga pemersatu,” tandasnya. dsn











