PEMKAB KOTIM

SMAN 1 Sampit Gelar Ekspose Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

31
×

SMAN 1 Sampit Gelar Ekspose Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Sebarkan artikel ini
SMA Negeri 1 Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar ekspose projek penguata profil pelajar Pancasila di Atrium City Mall Sampit Sabtu (14/1).

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-SMA Negeri 1 Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar ekspose projek penguata  profil pelajar Pancasila di Atrium City Mall Sampit Sabtu (14/1). Kegiatan tersebut di buka oleh Wakil Bupati Kotim Irawati yang juga didampingi oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Kotim Susiawati.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kotim Irawati mengatakan jika sekolah penggerak adalah sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan profil pelajar pancasila yang mencakup kompetensi dan karakter yang diawali dengan SDM yang unggul.

Program Sekolah Penggerak sebagai model satuan pendidikan bermutu adalah program Kemendikbud dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. SK Menteri No. 162 tahun 2021 menjadi dasar hukum pelaksanaan program sekolah penggerak tersebut.

“Kini SMAN 1 Sampit merupakan Sekolah Penggerak angkatan ke 2 bersama tiga sekolah lainnya di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur yakni SMA Negeri 4 Sampit, SMA Negeri 1 Cempaga dan SMA Negeri 1 Mentaya Hilir Selatan,” ujarnya.

Dilanjutkannya dengan menjadi Program Sekolah Penggerak (PSP) maka SMA Negeri 1 Sampit berkewajiban menerapkan Kurikulum Merdeka, dimana dalam pembelajarannya tentunya dengan paradigma baru yang dirancang berdasarkan prinsip pembelajaran yang terdiferensiasi sehingga setiap siswa belajar sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya

Salah satu Program dalam Kurikulum Merdeka adalah adalah Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ( P5 ).  Projek ini memberikan  kesempatan kepada peserta didik untuk “mengalami  pengetahuan” sebagai proses penguatan karakter sekaligus  kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya.

Dalam kegiatan projek ini, peserta didik memiliki kesempatan untuk mempelajari tema-tema atau isu  penting seperti perubahan iklim, anti radikalisme,  kesehatan mental, budaya, wirausaha, teknologi, dan  kehidupan berdemokrasi sehingga peserta didik bisa  melakukan aksi nyata dalam menjawab isu-isu tersebut  sesuai dengan tahapan belajar dan kebutuhannya.

“Projek  Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini diharapkan juga dapat menginspirasi peserta didik untuk  memberikan kontribusi dan dampak bagi lingkungan  sekitarnya. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan,” jelasnya. (C-May)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *