Pulang Pisau

Dua Puskesmas di Pulpis Siap Menjadi BLUD

23
×

Dua Puskesmas di Pulpis Siap Menjadi BLUD

Sebarkan artikel ini
Lambang Suncoko, Kabid PSDK Kabupaten Pulpis

PULANG PISAU/TABENGAN.CO.ID– Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) dr. Pande Putu Gina melalui Kepala Bidang (Kabid) PSDK Lambang Suncoko, Rabu (29/3/2023), mengatakan, peningkatkan status 2 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di tahun 2023 ini sudah 80 persen berjalan, dan memasuki tahapan penyiapan akuntansi.

Dua Puskesmas yang nantinya akan berubah menjadi BLUD yakni Puskesmas Jabiren Raya, Kecamatan Jabiren Raya dan Puskesmas Bereng, Kecamatan Kahayan Hilir, dimana kedua Puskesmas tersebut ke depannya akan menjadi role model bagi Puskesmas-puskesmas lainnya.

“Untuk peningkatan dua status Puskesmas ini sudah ditindaklanjuti, dan kemarin sudah paparan dari pihak Puskesmas, dan sekarang dalam tahap penyiapan akuntansinya,” bebernya.

Lambang menambahkan, pihaknya sudah berkonsultasi untuk akuntansi dimaksud, dalam rangka memperbaiki apa-apa saja yang diperlukan sebelum pelaksanaan paparan ke tingkat selanjutnya, di antaranya di hadapan Sekretaris Daerah (Sekda) dan stakeholder lainnya.

“Sudah 80 persen siap, dan ini tinggal menentukan jadwal, paparan, penilaian dan final,” ujar Lambang.

Untuk kesiapan Puskesmas, tambah Lambang, semua sudah sangat siap dan matang, dan dimungkinkan pada bulan Mei 2023 mendatang akan dilaksanakan paparah tahap berikutnya.

“Untuk dua puskesmas ini sudah sangat siap, baik dari segi SDA dan SDM sudah sangat siap,” jelasnya.

Lebih lanjut, Lambang mengharapkan, ke depannya jika Puskesmas ini sudah resmi menjadi BLUD, maka diharapkan akan lebih maksimal dan memberikan keleluasaan penuh terhadap Puskesmas, karena Kepala Puskesmas itu nantinya akan menjadi KPA yang artinya dia bisa tahu kebutuhannya sendiri dan pemenuhannya.

“Jadi, kita harapkan Puskesmas akan lebih maksimal, karena mereka tahu apa yang dibutuhkan dan apa yang menjadi role di Puskesmas itu, karena dia tahu sendiri tanpa tergantung Dinkes yang secara global memikirkan jaringan. Jika dia menjadi BLUD maka secara spesifik dia tahu kebutuhan dari Puskesmas itu sendiri,” terangnya.

Untuk itu, tambah Lambang, diharapkan ke depan Puskesmas-puskesmas ini bisa menjadi role model, dimana kedua Puskesmas ini sudah tercukupi baik SDA dan SDMnya, sehingga ke depan kedua Puskesmas ini menjadi percontohan dan akan berlanjut dengan Puskesmas-puskesmas lainnya yang akan ditingkatkan statusnya menjadi BLUD. c-mye

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *