PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID– Penjabat Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Budi Santosa Sudarmadi usai kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah, langsung menyapa para peserta Pawai Isen Mulang tahun 2023. Hal tersebut disampaikan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kobar Jamri.
“Kami sangat bahagia, karena Penjabat Bupati Kobar Bapak Budi Santosa Sudarmadi, menyempatkan diri menyapa peserta Pawai Isen Mulang tahun 2023. Ini merupakan suatu bentuk perhatian dari pimpinan, dan sebagai motivasi besar bagi peserta Pawai Isen Mulang tahun 2023 asal Kobar,” kata Jamri, Rabu (24/5).
Jambri menambahkan, dalam kegiatan Festival Budaya Isen Mulang 2023 ini, dari Kabupaten Kobar menurunkan 76 kontingen. Rombongan Kontingen Kobar menginap di Balai Guru Penggerak Jalan Tjilik Riwut Km 5,5 Palangka Raya. Para peserta akan kembali ke Pangkalan Bun pada 28 Mei 2023.
“Sebanyak 76 kontingen asal Kobar kegiatan Festival Budaya Isen Mulang ini masing-masing 20 orang peserta Lomba Tari Pedalaman, 21 orang Lomba Tari Pesisir, 2 orang Lomba Karungut, 7 orang Lomba Tari Daerah, 5 orang Peserta Lomba Masak Sukup Tradisional, 5 orang Lomba Malomang, 7 orang peserta Lomba Magenta, 8 orang sebagai Koordinator Perlombaan,” jelas Jamri.
Menurutnya, momen event tahunan ini antara lain untuk melestarikan, serta menumbuhkembangkan seni dan budaya tradisional dan dunia kepariwisataan Kalteng.
“Melalui kegiatan Festival Isen Mulang ini sebagai media untuk mempromosikan kebudayaan yang ada di Bumi Marunting Baru Aji, sebab Kobar merupakan daerah tujuan wisata, sehingga moment ini pun untuk menarik kunjungan wisata ke Kobar. Karena bukan saja memiliki Taman Nasional Tanjung Puting, di Kobar banyak kebudayaan yang menarik. Itulah kelebihan Kobar dari yang lainnya,” ujar Jamri.
Yang lebih menarik lagi, lanjut Jamri, Kobar satu-satunya kabupaten di Kalteng yang memiliki Kesultanan. Hingga saat ini peninggalan dari Kesultanan menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta budaya. Pemerintah Kobar bersama Pemprov Kalteng menjadikan peninggalan Kesultanan sebagai cagar budaya, sehingga kelestariannya tetap terjaga.
Jambri juga menuturkan, di arena Festival Budaya Isen Mulang, berbagai macam kegiatan mulai dari olahraga tradisonal masyarakat Dayak, seni tari, memasak, semuanya digelar untuk memperkenalkan kearifan budaya lokal, serta wadah bagi seniman mengembangkan kreativitas dengan menampilkan seni budaya khas masing-masing daerah. Sehingga masyarakat Kalteng termotivasi untuk terus berkreasi dan berpretasi mengembangkan budaya daerah yang saat ini nyaris hilang oleh budaya asing.c-uli











