PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Final Kejuaraan Gubernur Cup Bola Voli Antar Klub Tingkat Nasional Tahun 2023, memasuki partai puncak atau final.
Babak final putra, Sylva Kalteng harus mengakui keunggulan Bhayangkara Polda Kalteng dengan keunggulan 3-1. Bhayangkara Polda Kalteng tampil meyakinkan sejak peluit ditiup. Terbukti, 2 set awal Bhayangkara mampu meraih skor 2-0 dengan poin Set I Bhayangkara 25-20 Sylva Kalteng, Set II Bhayangkara 25-21 Sylva Kalteng. Set ketiga, Sylva Kalteng sempat mendapatkan asa dengan meraih kemenangan dengan poin III Bhayangkara 19-25 Sylva Kalteng.
Memiliki dukungan penuh dari sporter, akhirnya, dengan semangat luar biasa, tim Bhayangkara memastikan merebut juara dengan meraih set IV Bhayangkara 25-15 atas Sylva Kalteng.
Sementara itu, dikategori putri, BHS 73 Kalteng harus berjuang keras melawan TNI AL. pada Set pertama, TNI AL harus mengakui ketangguhan BHS 73 Kalteng dengan poin BHS 73 Kalteng 25-14 TNI AL.
BHS 73 Kalteng menambah keunggulan menjadi 2-0, setelah memenangkan set kedua dengan poin BHS 73 Kalteng 25- TNI AL. BHS 73 Kalteng menutup perlawanan TNI AL dengan skorn 3-0, setelah unggul diset ketiga dengan poin BHS 73 Kalteng 25 – 21 TNI AL.
Pelatih BHSb73 Kalteng, Suriadi Musa, mengatakan, pertandingan melawan TNI AL pada dasarnya mengulang babak penyisihan. Pada babak penyisihan, sudah bertemu, dan menang dengan skor 2-0. Secara umum, strategi yang dijalankan tim TNI AL dipastikan hampir sama.
”Sebab itu, pertandingan final ini, sama seperti pertandingan penyisihan dengan menempatkan bloker-bloker yang handal. Hasilnya, anak-anak mau meraih kemenangan dengan akor 3-0. Semua itu tidak lepas dari perjuangan dan strategi yang diterapkan sampai akhirnya mamou menjadi juara,” ungkap Suriadi.
Menurut Suriadi, tim yang dinilai kuat adalah DKI Jakarta. Permainan yang ditunjukan tim DKI Jakarta sangat kuat, dan menjanjikan. Namun, itulah perjuangan dan usaha. Terlepas dari hasil positif yang diperoleh, harapan besar kedepan even-even voli seperti ini dapat terus diadakan dan semakin ditingkatkan.
Terpenting bagi Kalteng, ungkap Suriadi, ada pembinaan bagi atlet usia dini. Sebab, pemain BHS 73 Kalteng rata-rata berusia 16-23 tahun. Artinya, ada pembinaan yang sangat penting bagi atlet Kalteng kedepan.
Sebelumnya, dikategori putra, Bhayangkara Polda Kakteng melaju ke babak final setelah menumbangkan Wilmar Volley Club. Dipartai puncak, Bhayangkara Polda Kalteng akan menghadapi Sylva Kalteng, yang sudah mengalahkan DKI Jakarta.
Dikategori Putri, partai puncak mempertemukan TNI AL vs BHS 73 Kalteng. TNI Al melaju ke babak final setelah mengalahkan Dinas PUPR Kalteng. Sementara BHS 73 Kalteng mengalahkan DKI Jakarta, sampai akhirnya melaju ke babak final.
Sementara itu, pemain BHS 73 Kalteng, Alya Regifa Fahira, mengaku, senang bermain di Kalteng. Harapan besar, even seperti ini di Kakteng dapat terus diadakan. Ini menjadi hal yang positif bagi anak muda Indonesia. Pembinaan usia dini sangat penting dalam pengembangan olah raga voli di Kalteng.ded





