-
Spirit Kalteng

Orang Tua Pengaruhi Kesehatan Mental Remaja

52
×

Orang Tua Pengaruhi Kesehatan Mental Remaja

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3) Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Erna Parida
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kesehatan mental bagi remaja menjadi sebuah materi yang cukup digaungkan secara masif belakangan ini. Apalagi, keterkaitannya dihubungkan pada bonus demografi bagi bangsa Indonesia yang akan terlaksana sejak 2025 hingga 2035.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3) Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Erna Parida menyebutkan, ada berbagai faktor yang dapat memengaruhi kesehatan mental para remaja. Salah satunya, dilatarbelakangi oleh kurangnya kegiatan komunikasi dalam lingkup keluarga atau internal.

“Contohkan saja, anak ini terkena insiden bullying di luar lingkungan rumahnya. Lalu, orang tua dari si anak sibuk bekerja, sementara ia terbiasa ditinggalkan hanya bersama gadget saja. Dari sini, mulailah bisa muncul rasa kurang perhatian dan si anak pun merasa kesepian, merasa ditinggalkan sendirian. Sehingga, ketika si anak mengalami insiden, contohnya bullying, ia merasa tidak mampu melaporkan hal tersebut karena pikirnya orangtuanya sibuk,” ungkap Erna, Jumat (14/7).

Dia menambahkan, sebenarnya ada banyak faktor yang melatarbelakangi permasalahan kejiwaan pada anak, seperti pergaulan dan lingkungan. Tetapi, secara awal adalah dari dalam rumah. Keterlibatan orang tua mempunyai pengaruh yang begitu besar akan hal tersebut.

“Untuk menjaga kesehatan mental pada remaja bisa diupayakan menyisihkan waktu beristirahat yang cukup. Karena jika kita menyisihkan sedikit saja waktu untuk beristirahat, setidaknya bisa menghindari pemikiran-pemikiran untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang menjurus ke arah kurang baik. Kemudian, olahraga rutin, semininimalnya 30 menit dalam sehari. Usahakan berolahraga yang tempatnya di luar ruangan, agar jiwa dan raga kita bisa seimbang satu sama lain,” paparnya.

Erna juga mengatakan, untuk saat ini, ketika Dinkes melakukan penyuluhan atau edukasi mengenai kesehatan mental untuk remaja, tetap yang diarahkan terlebih dahulu adalah para orang tua. Dengan mengamanatkan, agar bisa lebih perhatian lagi kepada anak-anak mereka.

Setidaknya, anak-anak ini telah diberikan bekal yang cukup secara lahir dan batin. Seperti pendidikan agama, tata krama, dan kasih sayang melalui dukungan-dukungan yang diberikan melalui keluarga.

“Untuk sementara belum ada laporan remaja yang mengalami gangguan jiwa di Palangka Raya. Kondisinya masih bisa dikatakan tergolong normal. Harapannya lagi, semoga ke depannya pun tetap tidak ada. Kami tiap setahun sekali bersama tiap-tiap Puskesmas bidang kesehatan jiwa rutin melakukan screening ke tiap-tiap SMP yang ada di Kota Palangka Raya. Jikalau menemukan hasil yang kiranya tergolong abnormal, langkah selanjutnya akan dirujuk ke Puskesmas dan setelahnya, pihak Puskesmas akan mendalami hasil jawaban dari screening tersebut,” ujar Erna.

Saat ini, tiap-tiap Puskesmas di Kota Palangka Raya telah menyediakan layanan konseling, khususnya untuk penanganan serta pendampingan kesehatan mental pada remaja. Ada dokter dan perawat khusus yang bertugas di sana, dan pelayanan konseling ini bersifat gratis. rba

 

 

 

 

-
-
-