Spirit Kalteng

Cegah Karhutla, BRGM Lakukan Hujan Buatan

19
×

Cegah Karhutla, BRGM Lakukan Hujan Buatan

Sebarkan artikel ini
Cegah Karhutla, BRGM Lakukan Hujan Buatan
ISTIMEWA CEGAH KARHUTLA- BRGM bekerja sama dengan BRIN dan jajaran lainnya menebarkan garam semai, dalam upaya membuat hujan buatan dengan tujuan pencegahan karhutla.
Cegah Karhutla, BRGM Lakukan Hujan Buatan
ISTIMEWA
FOTO BERSAMA- BRGM bekerja sama dengan BRIN dan jajaran lainnya menebarkan garam semai, dalam upaya membuat hujan buatan dengan tujuan pencegahan karhutla.

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) beserta pihak TNI dan jajaran lainnya, mengupayakan hujan buatan dalam rangka pencegahan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah.

Terkait itu, Kepala Sub Pokja BRGM Kalteng Davit Purwodesrantau menuturkan, pihaknya melaksanakan hujan buatan yang kerap disebut Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu.

“Yang kami lakukan ini merupakan upaya mitigasi atau pengurangan risiko melalui TMC hujan buatan. Konsepnya adalah melakukan penaburan garam semai (NaCL) melalui udara ke sejumlah titik atau awan, yang memiliki potensi,” ujarnya kepada Tabengan, Kamis (10/8).

Dijelaskan Davit, proses tabur garam semai sendiri dilakukan selama 12 hari atau 12 kali penerbangan (sorty) di beberapa daerah, dengan harapan TMC berjalan sesuai rencana dan harapan.

Tahapannya sendiri, jelas dia, garam-garam semai yang akan ditabur diangkut melalui pesawat jenis Cassa 212 milik TNI Angkatan Udara (AU) Skuadron 4 Abdur Rahman Saleh Malang, Jawa Timur (Jatim). Nantinya garam dengan jumlah beberapa ton tersebut akan ditaburkan di sejumlah daerah, sesuai dengan potensi awan atau hujan.

“Harapannya melalui penaburan garam ini, akan menambah debit air pada awan yang memiliki potensi terkait dan turun hujan melalui TMC ini,” ujar pria murah senyum tersebut.

Diharapkan melalui pelaksanaan TMC terkait, mampu mengurangi terjadinya potensi bencana karhutla di beberapa titik yang dianggap rawan. Intinya penambahan debit air pada awan yang berpotensi, bukan hanya sekadar membasahi lahan gambut, tapi juga mengurangi jumlah hotspot (titik panas) yang ada di Kalteng.

Apalagi, ucapnya, masih banyak kawasan atau wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat dan mesti terpantau, sehingga pelaksanaan TMC dinilai penting dan mampu berjalan optimal sesuai rencana.

“Ini jelas kami upayakan semaksimal mungkin, yang harapan atau tujuannya bisa membantu tim Satgas di jalur darat dalam mengisi tampungan air dan tercukupi. Kami juga mohon dukungan untuk mendorong pihak lainnya selain BRGM, untuk bisa melanjutkan pelaksanaan TMC ini,” ujar Davit, saat berkunjung ke Kantor Redaksi Tabengan, tadi malam. drn