-
Hukrim

47 Sepeda Motor di Pangkalan Bun Disita Polisi

41
×

47 Sepeda Motor di Pangkalan Bun Disita Polisi

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/YULIANTINI TERJARING RAZIA - Kapolres Kobar AKBP Bayu Wicaksono didampingi Kabag Ops AKP Rendra Aditia Dhani dan Kasat Lantas Polres Kobar saat memberikan keterangan kepada wartawan. Tampak juga puluhan sepeda motor yang berhasil diamankan polisi.  
-

+Pakai Knalpot Brong, Pengemudi Tanpa SIM dan STNK

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Sebanyak  47 unit sepeda motor dari berbagai merek dan sebagian kendaraan modifikasi, terjaring dalam kegiatan rutin yang ditingkatkan atau (KRYD) yang di laksanakan oleh Satlantas Polres Kotawaringin Barat.  Dimana pelanggaran yang dilakukan di antaranya sepeda motor yang menggunakan knalpot brong, pengendara tanpa miliki SIM, tanpa STNK, tidak menggunakan helm, dan juga dilakukan penertiban balap liar.

Kapolres Kobar AKBP Bayu Wicaksono mengatakan, dari hasil razia KRYD itu penindakan yang diberikan kepada pemilik  47 unit sepeda motor tersebut dilakukan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi warga.  “Dalam operasi ini dilaksanakan untuk penertiban bagi pengguna jalan, dimana Razia secara stasioner dan hunting bagi pengendara yang berusaha melarikan diri,” kata AKBP Bayu Wicaksono, Senin (28/8).

Kapolres menjelaskan sebanyak 47 sepeda motor dilakukan penyitaan  dan pengendaranya wajib mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Pangkalan Bun.  “Hal ini para pelanggar agar teredukasi. Saya juga  mengarahkan Satlantas untuk melakukan mitigasi terhadap gangguan kamtibmas yang diakibatkan pengguna jalan lainnya,” kata AKBP Bayu Wicaksono.

Untuk mengoptimalkan kegiatan razia dibagi beberapa tim. Terjaring dalam razia tersebut berdasarkan kelompok umur, 11-16 tahun berjumlah 10 orang. 17-22 Tahun sebanyak 24 orang, 23-28 tahun 6 orang dan 29-37 tahun 5 Orang. Dan 1 orang pelanggr tidak ada di tempat.

“Terkait masih banyaknya anak remaja melakukan balap liar, Kami menghimbau kepada orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak – anak kita. Saya yakin orang tua dan guru sudah melakukannya tinggal bagaimana nanti untuk meningkatkannya lagi,” pungkas AKBP Bayu Wicaksono.  c-uli

-
-
-