-
Spirit Kalteng

ASAP KARHUTLA KIAN PARAH-Siswa Diwajibkan Pakai Masker

39
×

ASAP KARHUTLA KIAN PARAH-Siswa Diwajibkan Pakai Masker

Sebarkan artikel ini
KARHUTLA KIAN PARAH-Karhutla yang terjadi di Jalan Mahir Mahar (Jalan Yos Sudarsio ujung), Minggu 3 September 2023.FOTO/ISTIMEWA
-

+Hujan Kalteng di Bawah Normal

+Udara Palangka Raya dan Kotim Tidak Sehat

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Pendidikan telah mengeluarkan kebijakan wajib bagi peserta didik jenjang PAUD, SD dan SMP untuk menggunakan masker ketika sedang beraktivitas di luar ruangan.

Keputusan ini diambil karena melihat kualitas udara di Kota Palangka Raya yang telah mengalami penurunan akibat kabut asap selama beberapa hari terakhir, melalui surat Nomor 800/2306/Disdik.Um-Peg/VIII/2023.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Jayani merujuk pada rilis dari aplikasi ISPUnet Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang melaporkan kualitas udara Kota Palangka Raya sedang dalam kategori tidak sehat, dapat membahayakan kesehatan.

“Penurunan kualitas udara dapat mengancam kesehatan, oleh karena itu, peserta didik dan guru harus menggunakan masker saat beraktivitas di sekolah,” kata Jayani, Jumat (1/ 8).

Dalam surat tersebut ada empat poin utama yang disampaikan serta menjadi instruksi untuk seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, SMP dan Pendidikan Kesetaraan.

Pertama, mewajibkan penggunaan masker kepada seluruh warga sekolah terutama ketika sedang beraktivitas di luar ruangan. Kedua, menghimbau para peserta didik untuk dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan. Ketiga, meniadakan kegiatan upacara, olahraga, dan senam bersama di luar ruangan apabila kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Keempat, terus memantau kondisi udara di Kota Palangka Raya, satuan pendidikan bisa mengunduh aplikasi ISPUnet yang dikeluarkan oleh KLHK.

Ditambahkan Jayani, surat pemberitahuan ini sudah disebarkan ke setiap sekolah agar dapat diimplementasikan sebaik mungkin. Langkah ini diambil untuk melindungi guru dan peserta didik dari potensi gangguan kesehatan akibat paparan udara yang berkualitas rendah akibat dampak dari karhutla yang sedang berlangsung.

“Harapannya kepada seluruh orang tua peserta didik untuk dapat memantau kondisi cuaca setiap hari, karena kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi telah mempengaruhi kualitas udara di Kota Palangka Raya,” tutupnya.

Berdasarkan data dari BPBD Kota Palangka Raya, pada Sabtu, 2 September 2023, telah terjadi 12 kebakaran lahan dan hutan di lokasi dan waktu berbeda. Di antaranya Jalan Bangaris, Jalan Hiu Putih XIII, Jalan Christopel Binti, Jalan Karanggan, Jalan Mahir Mahar VII, Jalan Bandara Utama I, Jalan Pelatuk III, Jalan Tingang 22, Jalan Katimpun Permai, Jalan Karya Hapakat, Jalan Bukit Keminting dan Jalan Rungan.

Total kejadian karhutla sampai sekarang sebanyak 233 kali, dengan luas 180,94 hektare lahan yang terbakar.

 

Sangat Tidak Sehat

Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) per 3 September 2023 pukul 15.00 WIB menyatakan kualitas udara sangat tidak sehat dengan capaian 254 pm 2.5.

Hal tersebut mengartikan tingkat kualitas udara yang dapat meningkatkan risiko kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Bahkan berdasarkan rangking kota paling berpolusi di Indonesia per 3 September 2023, Kota Sampit menduduki urutan pertama dari 10 kota yang berpolusi lainnya.

Bupati Kotim Halikinnor membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, hal itu dipicu karena banyak kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah ini. Sehingga menyebabkan adanya kabut asap tebal terutama saat pagi dan malam hari.

“Tentunya karhutla ini sangat berdampak di semua bidang mulai dari kesehatan dan juga pendidikan. Tim pemadam karhutla pun telah maksimal dan selalu cepat melakukan pemadaman di titik-titik lahan yang terbakar,” ujarnya, Minggu (3/9).

Dengan melihat kondisi kabut asap tebal yang terjadi di pagi hari Halikinnor juga telah menginstruksikan kepada Sekda Kotim dan Kepala Dinas Pendidikan setempat untuk dapat mempertimbangkan memundurkan jam masuk sekolah bagi pelajar.

Hal tersebut sebagai upaya pemerintah daerah meminimalisir para pelajar di Kotim terpapar dampak buruk dari kabut asap tebal yang terjadi di pagi hari. Dirinya juga mengimbau agar semua masyarakat dapat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

“Kita berikan kewenangan kepada sekolah untuk mengatur jadwal masuk sekolah terutama jika kabut asap tebal terjadi bisa saja jam masuk sekolah dimundurkan. Kita menjaga jangan sampai para pelajar kita banyak yang terkena ISPA,” harapnya.

 

Sifat Hujan di Bawah Normal

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan cuaca 3 hari ke depan, masih ada potensi hujan. Kendati begitu, sifat hujan di Kalteng sebagian besar di kriteria bawah  normal. Menurut Prakirawan BMKG Kalteng Ika Priti, sifat hujan di wilayah Kalteng sebagian besar berada pada kriteria bawah normal hingga normal (0 perse – 115) ditandai warna cokelat hingga kuning. Sementara, wilayah dengan kriteria atas normal (116% atau lebih dari 200% dibandingkan dengan normalnya) ditandai warna hijau dominan terjadi di wilayah Kalteng bagian barat dan tengah.

Dirinya juga menyampaikan peringatan dini cuaca di Kalteng dalam 3 hari ke depan. Menurunya, bibit siklon tropis 98W terpantau di Laut Filipina dan pusat tekanan rendah terpantau di Vietnam bagian timur.

Kelembaban udara di lapisan menengah dan atas relatif kering sehingga mengurangi potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalteng untuk esok hari dan lusa.

Terkait awal musim hujan, pihaknya memprediksikan terjadi di pertengahan Oktober ataupun memasuki November. Sementara saat ini masih di puncak musim kemarau. rba/c-may/drn

 

-
-
-