PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah, jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) melonjak. Data sementara sampai dengan Juni 2023, kasus ISPA mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kalteng dr Riza Syahputra mengatakan, semua daerah di Kalteng ada warga yang terpapar ISPA. ISPA yang dimaksud berupa pneumonia atau radang tenggorokan akut. Di Kalteng, kasus pneumonia mencapai 530 penderita.
Dari semua penderita itu, kata dr Riza, semuanya sudah mendapatkan penanganan secara medis atau mencapai 100 persen penanganan. Kasus pneumonia tertinggi ada di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang mencapai 128 kasus. Kemudian Kabupaten Sukamara mencapai 118 kasus. Kabupaten Lamandau dan Kabupaten Murung Raya sama-sama 65 kasus.
Di Kabupaten Kotawaringin Timur, lanjut dr Riza, mencapai 32 kasus. Di Kabupaten Gunung Mas 30 kasus. Di Kabupaten Pulang Pisau 28 kasus, di Kabupaten Barito Selatan 23 kasus. Sementara sisanya hanya terdapat beberapa kasus. Mulai dari Kabupaten Barito Timur sebanyak 11 kasus. Kemudian Kabupaten Kapuas, Barito Utara, dan Seruyan sama-sama 9 kasus.
Sementara itu, tambah dr Riza, di Kabupaten Seruyan ada 7 kasus dan di Kabupaten Katingan ada 5 kasus. Ini adalah data sementara hingga Juni 2023. Sampai sekarang, Dinkes Provinsi bersama dengan Dinkes Kabupaten dan Kota terus melakukan koordinasi dan komunikasi untuk menyusun data terbaru pneumonia ini.
“Harapannya, kasus ISPA berupa pneumonia yang semakin meningkat ini, dapat membuat masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaan. Apabila memang tidak mendesak, masyarakat sebaiknya tidak beraktivitas di luar ruangan. Namun demikian, adanya kondisi yang memaksa masyarakat untuk beraktivitas di luar ruangan, diharapkan menggunakan masker,” kata dr Riza, saat menyampaikan data sementara terkait dengan ISPA di Kalteng, Senin (4/9).
dr Riza berharap, bagi masyarakat yang merasakan adanya gejala ISPA, dapat segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. Baik itu Pustu, Puskesmas, atau bahkan ke rumah sakit. Bagaimanapun, keadaan sekarang ini mewajibkan kita semua untuk lebih mawas diri dan waspada, atas segala kemungkinan yang mungkin terjadi. Tetap jaga kesehatan dan jangan lupa menggunakan masker selama berada di luar ruangan. ded











