Pulang Pisau

Gambut Tumbang Nusa Masih Membara

25
×

Gambut Tumbang Nusa Masih Membara

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/YULIANUS MEMADAMKAN – Pj. Wali Kota Hera Nugrahayu dampingi Wakil Menteri LHK Alue Dohong turun ke lapangan membantu petugas memadamkan api di lahan terbakar Jalan Trans Kalimantan, Desa Tumbang Nusa, Jum’at (29/9)

*KLHK Segel Lahan Terbakar

*Wamen LHK Tinjau Karhutla Tumbang Nusa

*Bucket Helikopter Robek

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Kebakaran hutan dan lahan yang melanda Kalimantan Tengah menjadi perhatian khusus pemerintah pusat maupun daerah. Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK) Alue Dohong datang langsung meninjau salah satu wilayah yang memiliki titik api terparah, tepatnya di Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Jumat (29/9).

Di Desa Tumbang Nusa sendiri ada sekitar 225 hektare lahan yang sudah terbakar. Tim gabungan dari TNI/Polri, BNPB, Satpol PP, Dinas Kehutanan, dan beberapa tim relawan lainnya terjun langsung untuk memadamkan lokasi kebakaran hutan dan lahan.

“Kondisi ini sudah sangat darurat menurut saya, jadi kita harus kerja sama untuk menangani hal ini. Apalagi ini sudah mendekati jalan, sekolah, jangan sampai membuat arus lalu lintas menjadi terputus, itu akan banyak merugikan untuk kita. Saya minta 2 atau 3 hari ke depan di sini harus benar-benar padam,” tegas Alue Dohong.

Sumber air menjadi salah satu kendala para petugas lapangan yang memadamkan api. Ada beberapa titik yang sangat jauh, bahkan tidak ada sumber air.

“Saya sudah memerintahkan untuk mengirim 25 mesin air beserta selangnya dari KLHK untuk segera dikirim. Dan juga dukungan untuk membangun sumur bor darurat harus segera kita bangun karena sumber air menjadi salah satu masalah untuk penanganan ini,” ucap Alue Dohong.

Dalam kunjungannya itu, Alue Dohong juga membawa rekan dari Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Pidana LHK. Untuk sementara lahan-lahan besar yang terbakar disegel dan pasang garis polisi dulu untuk selanjutnya diselidiki dulu.

“Sebab ini menyangkut polusi lingkungan Undang-Undang No 32 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, maka dari itu harus kita tegakkan,” tegas Wamen LHK.

Dia juga menyempatkan ikut terjun langsung bersama petugas lapangan untuk memadamkan api di lahan kawasan Jalan Trans Kalimantan Palangka Raya-Banjarmasin.

Terakhir, Alue Dohong mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat pada saat ini untuk menggunakan masker bila  beraktivitas di luar ruangan, serta bijak dalam menggunakan api, kesadaran masyarakat sangat penting, dampak dari kebakaran hutan dan lahan sangatlah berbahaya terutama untuk kesehatan.

 

Bucket Helikopter Robek

Karhutla di Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau yang menjadi penyumbang kabut asap di Kota Palangka Raya, sampai saat ini belum bisa dipadamkan secara total. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Pemadaman Kebakaran (BPBPK) Kalteng Ahmad Toyib.

“Sampai saat ini masih belum bisa dipadamkan total. Kondisi lahan masih berasap. Satgas di lapangan berupaya memadamkan secara permanen dengan bergerak dari sisi lahan terbakar, pelan menuju ke tengah. Meski tidak bisa cepat karena teknik pemadaman menjadikan tanah gambutnya seperti bubur di permukaan, sehingga diharapkan air bisa meresap sampai ke bawah,” ungkap Toyib, Jumat (29/9).

Ia menyebut luasan hutan dan lahan yang terbakar dari 28-29  September diperkirakan antara 10-15 hektare di Desa Tumbang Nusa. Dalam pemadam ini pun pihak Satgas udara yang menggunakan helikopter water bombing masih terkendala jarak pandang.

”Kendala di lapangan yang dihadapi adalah cepatnya perluasan lahan yang terbakar dikarenakan helikopter baru siang bisa terbang, menunggu jarak padang aman dahulu baru helikopter bisa bergerak memadamkan,” ujar Toyib.

Menurut Toyib, sulitnya jarak pandang saat ini helikopter boombing mau mendarat yang membawa bucket air sempat mengalami senggolan dengan pohon dan mengakibatkan robek. Bucket helikopter waterboombing saat ini sedang mengalami perbaikan.

Saat ini BPBPK mengerahkan 4 helikopter waterboombing dan 1 helikopter patroli yang beroperasi untuk pemadaman di Palangka Raya, Kapuas dan Pulang Pisau dengan daya angkut 800 L, 1000 L, 4000 L dan 4500 L.

Mengingat karhutla makin meningkat pihaknya saat ini melibatkan beberapa OPD yang ikut berkontribusi menjadi relawan pemadaman karhutla serta menyiapkan peralatan dari BPBPK Kalteng maupun BPBD kota dan kabupaten. nus/jef

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *