Kapuas

958,4 Ha Lahan di Kapuas Terbakar

15
×

958,4 Ha Lahan di Kapuas Terbakar

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/YULIANSYAH TERBAKAR-Karhutla yang terbakar di Kapuas

+Karhutla di Sampit Bakar Limbah Ban Bekas

KUALA KAPUAS/TABENGAN.CO.ID- 958,4 hektare (ha) lahan yang ada di beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Kapuas hangus terbakar.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas Panahatan Sinaga mengatakan, akibat kurangnya peralatan guna menjangkau lokasi-lokasi lahan yang terbakar, sehingga karhutla yang terjadi di wilayah itu susah tertangani. Bahkan pihaknya juga sudah beberapa kali meminta pemadaman melalui udara untuk Kecamatan Mantangai dan Kapuas Timur.

Data yang didapat dari Pusdalops BPBD Kapuas, sejak Januari-September 2023 ini sudah terpantau sekitar 5.982 titik hotspot dan sejak Mei 2023 setidaknya sudah ada 117 kejadian.

Hingga saat ini, petugas dari tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman “Hingga saat ini dari 3 tim yang kita bagi, sedang berupaya melakukan pemadaman seperti di wilayah Kapuas Timur  dan Dadahup,” kata Panahatan.

Di Lamandau, karhutla juga melanda beberapa wilayah di kabupaten tersebut. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau Hendikel, mengatakan, sejak 2 Januari hingga 26 September 2023, tercatat setidaknya telah terjadi 24 kali kebakaran lahan.

“Dalam kurun waktu 9 bulan terakhir, terjadi 24 kasus kebakaran lahan di Lamandau, dengan luasan areal yang terbakar kurang lebih 28,8 ha,” ungkapnya, Senin (2/10).

Pada 1 Oktober ada juga terjadi kebakaran lahan di 2 titik, yakni di sekitaran Kantor Dinas Pariwisata dan sekitaran pasar induk dengan luas lahan terbakar diperkirakan sekitar 2 ha.

Disebutkan, kebakaran yang terjadi di Kabupaten Lamandau dalam kurun waktu Januari-September terjadi di sejumlah wilayah di antaranya Kecamatan Bulik, Sematu Jaya dan Kecamatan Lamandau dengan luasan lahan bervariasi.

Karhutla di Sampit Bakar Limbah Ban Bekas

Kepulan asap hitam tebal menjulang tinggi di sekitaran Jalan Pramuku, Sampit Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotim Senin (2/10).

Api kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) membakar tumpukan limbah ban bekas milik warga di Jalan Pramuka, Gang Hj. jumrah,  yang terbakar akibat rembetan karhutla.

“Kejadian itu sekitar pukul 13.00 WIB, pada saat itu sedang terjadi kebakaran lahan, Karena tempat ban itu ditaruh tepat disamping lokasi sehingga merembet ke ban – ban itu,” terang Sinyo saksi mata di lokasi kejadian.

Pria berusia 54 tahun tersebut menambahkan, ia belum mengetahui pasti berapa jumlah ban tersaebut namun diperkirakan ada sekitar dua truk yang ditumpahkan pemiliknya.

“Beruntung sudah dipadamkan tadi oleh pemadam kebakaran karana pemilik kebutulan tidak ada ditempat. Apalagi inikan kabut asap sudah mulai marak, semoga tidak menjadi,” tandasnya.

Pemotor di Sampit Nyunsep ke Sungai

Nasib apes dialami seorang pemotor di Sampit. Akibat kabut asap tebal, pria yang belum diketahui identitasnya itu masuk ke dalam anak sungai yang penuh lumpur karena jarak pandang terbatas.

Kejadian ini juga menjadi viral karena vidionya tersebar di group-group whatsapp. Dalam vidio bersurasi 1 menit itu nampak sekujur tubuh pria itu sudah penuh lumpur bersama sepeda motor yang ditunggangnya masuk ke dalam air.

Sambil tersenyum pria berperawakan gempal itu mencoba naik ke atas dibantu oleh warga menggunakan seutas tali sekaligus mengevakuasi motornya jenis Yamaha MX warna Putih biru, plat dinas warna merah dengan nomor  polisi KH 6425 FY.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden itu terjadi di daerah Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) beruntungnya korban selamat.prsc-yul/c-kar/c-pras

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *