Kotawaringin Barat

PUPR Kobar Distribusikan Air Bersih Di Kecamatan Pangkalan Lada 

28
×

PUPR Kobar Distribusikan Air Bersih Di Kecamatan Pangkalan Lada 

Sebarkan artikel ini
TINGKATKAN PELAYANAN -Warga antre mengambil air, suplai dari Dinas PUPR Kobar pada Senin (2 /10). ISTIMEWA

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kotawaringin Barat, saat ini gencar menyalurkan kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang ada di Kecamatan Pangkalan Lada, dimana di wilayah tersebut saat ini mengalami kekeringan.

Kepala Dinas PUPR Kobar Muhammad Hasyim Muallim mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih, pihaknya melalui bagian Cipta Karya menurunkan tim Satgas Cipta Karya, yang mensuplai pasokan air bersih bagi masyarakat desa.

“Satgas Cipta Karya yang di terjunkan ke desa sebanyak 20 orang, mengingat saat ini beberapa desa di Kecamatan Pangkalan Lada mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau, untuk itu begitu dapat laporan, kami pun segera memberangkatkan tim Satgas,” kata Kepala Dinas PUPR Kobar Muhammad Hasyim Muallim, Selasa (3/10).

Dalam penyalurannya lanjut Hasyim, Satgas Cipta Karya, tiap hari menurunkan dua buah unit mobil dan tangki air sebanyak 20 unit. Dengan demikian diharapkan seluruh masyarakat akan terpenuhi akan kebutuhan air bersih.

Menurutnya, fokus penyaluran air bersih di desa Sungai Melawen Kecamatan Pangkalan Lada, karena Hampir semua sumur milik warga Desa Sungai Melawen Kecamatan Pangkalan Lada kering, hal tersebut mengakibatkan warga mulai kelimpungan mencari air bersih setiap harinya. Berdasarkan data dari Desa setempat, dari jumlah 870 Kepala Keluarga (KK) yang sumurnya masih bagus hanya berkisar 61 KK saja. Sisanya kering semua.

Sementara itu Kepala Desa Sungai Melawen Muhammad Andik menyampaikan ucapkan terima kasih kepada Dinas PUPR Kobar, yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat, sebab saat ini masyarakat benar benar membutuhkan air bersih.

“Di Desa Kami, 87 persen sumur warga kering, untuk mencukupi kebutuhan air bersih warga terpaksa membeli air, sebagian mencari sumber air ke dataran rendah yang berdekatan dengan rawa atau sungai, dan Sebagian lain warga harus  membeli air dengan harga Rp 80 – 90 Ribu, per tower (ukuran 1.200 Liter),” ujar Kepala Desa Sungai Melawen Muhammad Andik. (yulia)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *