PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Universitas Palangka Raya (UPR) kembali berbangga dengan hadirnya 2 Guru Besar baru di bidang Ilmu Politik dan Matematika. Prof Dr Andrie Elia SE MSi dan Prof Dr Demitra MPd secara resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar pada Sidang Terbuka Senat UPR, Kamis (12/10), di Palangka Raya.
Prof Andrie Elia dalam orasi ilmiahnya yang berjudul Sosiologi Ekonomi dalam Isu Globalisasi dan Demokrasi, menyampaikan, globalisasi merupakan perubahan dalam bidang ekonomi, sosial, budaya serta politik yang berkombinasi dalam upaya membentuk tatanan global yang unik, ekstensif serta intensif dalam membentuk komunitas politik.
Spesifik Held, lanjut Prof Andrie Elia mengartikan, demikian dengan negara modern. Globalisasi telah mengalami banyak perubahan seiring dengan perkembangan zaman. Pada gilirannya perubahan tersebut berdampak pada kapasitas negara dalam melakukan regulasi, baik internal maupun eksternal.
Prof Andrie Elia menambahkan, negara-negara tidak bisa dipungkiri lagi telah memiliki ketergantungan terhadap aktor lain di luar dirinya untuk menentukan kebijakan atau keputusan yang bersifat regional, nasional dan global.
“Historis globalisasi mempunyai tradisi akar yang sangat panjang dalam peradaban manusia. Namun dalam perkembangannya besaran, intensitas dan kecepatan serta dampaknya akan berbeda apabila dibandingkan dengan masa lampau. Hal demikian dapat dilihat dari tahun 1950-an sampai pada tahun 2000-an ekspor negara kita misalnya, yang diukur dari rasio GDP ternyata meningkat sebesar 15-20% dari sebelumnya yang hanya di bawah 10%,” kata Prof Andrie Elia.
Setiap harinya, jelas Prof Andrie Elia, pertukaran pasar luar negeri telah meningkat secara signifikan melebihi 15 triliun Dolar Amerika Serikat. Apabila dibandingkan dengan era tahun 1970-an, maka angka demikian meningkat 10 kali dari jumlah perdagangan dunia, dan sekarang sudah mencapai 60 kali lipat perdagangan dunia.
Menurut Prof Andrie Elia, pemerintah nasional harus menerapkan kebijakan pasar bebas untuk berkompetisi dalam memperebutkan investasi serta penyediaan sumber tenaga kerja oleh perusahan multinasional. Mekanisme ketiga adalah sebuah keharusan bagi negara untuk melakukan integrasi pasar finansial yang merupakan dampak dari globalisasi bagi ekonomi nasional.
Prof Andrie Elia melanjutkan, adanya hubungan antara globalisasi ekonomi dan demokrasi dapat dilihat dalam tiga kelompok pemikiran besar yang berkembang. Kelompok pertama adalah mereka yang berpandangan bahwa kapitalisme bertentangan dengan demokrasi. Kelompok ini mengatakan bahwa muatan demokrasi adalah produk dari perjuangan kelas dan gerakan rakyat, bukan merupakan bagian integral dari adanya ekspansi pasar global. Dari titik ini mereka menganggap gabungan antara kapitalisme dan demokrasi adalah sesuatu hal yang kontradiktif yang ditopang oleh equilibrium politik.
Globalisasi, kata Prof Andrie Elia, telah mendorong terjadinya integrasi ekonomi dalam konteks perekonomian global, menciptakan kesalinghubungan serta saling ketergantungan antarsub-sistem, sehingga kebijakan yang diputuskan oleh sebuah negara akan berdampak pada negara yang lainnya.
Prof Andrie Elia mengungkapkan, otonomi mengandung pengertian bahwa manusia mempunyai kemampuan untuk melakukan pertimbangan secara sadar diri, melakukan perenungan diri, dan melakukan penentuan diri. Otonomi mencakup kemampuan untuk berunding, mempertimbangkan dan memilih serta melakukan perbuatan, baik dalam kehidupan pribadi ataupun kehidupan publik, sesuai dengan orientasi kebaikan umum dan kebaikan demokrasi. Prinsip ini mengandung dua gagasan pokok, yakni rakyat memegang peranan penting dalam penentuan diri, dan di sisi lain pemerintahan yang demokratis menjunjung tinggi kekuasaan yang dibatasi secara resmi oleh lembaga perwakilan rakyat. ded











