-
Spirit Kalteng

2 Warga Minta Maaf Sebar Berita Beras Palsu 

39
×

2 Warga Minta Maaf Sebar Berita Beras Palsu 

Sebarkan artikel ini
KLARIFIKASI- Al Azhar dan Norlinawati ketika memberikan klarifikasi terkait video viral beras palsu. TABENGAN/FERRY WAHYUDI
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Warga Kota Palangka Raya sempat dihebohkan dengan video bernarasikan beras palsu yang tersebar di media sosial WhatsApp dan Tiktok dalam satu minggu terakhir.

Dalam video yang beredar, terlihat Norlinawati menunjukkan beras yang telah dimasak sambil menunjukkan  kemasan beras berlabel Bulog sambil direkam oleh pria yang diketahui sebagai Al Azhar. Video dibuat setelah Norlinawati merasa sakit perut usai memakan nasi dari beras yang dibelinya.

Pada video juga telah diedit dengan tulisan keterangan cukup besar bertuliskan “Waspada Beras Palsu !!!”

Menanggapi hal tersebut, 2 warga yang diketahui sebagai pembuat video, yakni Al Azhar dan Norlinawati segera dipanggil untuk melakukan klarifikasi oleh Pemerintah Kelurahan Langkai, Palangka Raya, Kamis (12/10).

Kedua warga tersebut membuat klarifikasi atas video yang beredar dengan didampingi Lurah Langkai, kepolisian, Bulog Kanwil Kalteng dan juga Pemko Palangka Raya.

Saat memberikan klarifikasi, Norlinawati mengatakan jika video tersebut dibuat setelah merasakan sakit perut usai memakan beras yang didapatnya dari bantuan pemerintah dengan merek Burung Tingang dan beras hasil pembelian di Bulog Kanwil Kalteng dengan merek SPHP.

“Saya kalau masak itu berasnya dicampur, antara beras bantuan dari pemerintah dan beras Bulog. Karena merasa sakit perut, saya bawa ke tetangga saya, Al Azhar,” katanya saat di kantor kelurahan.

Ia pun mengaku secara spontan membuat video tersebut usai viral adanya beras plastik di media sosial belakangan ini. Keyakinan beras yang dimasak adalah beras plastik bermula saat ia mengikuti saran dari video viral lainnya, nasi dikepalkan dan terpantul di keramik saat di lempar.

“Secara spontan kami buat video itu dan mengatakan beras palsu, kemudian disebar ke grup WhatsApp,” jelasnya.

Lurah Langkai Sriwanti berharap agar kejadian ini menjadi yang pertama dan terakhir kalinya.

“Saya atas nama Lurah Langkai dan warga Langkai meminta maaf kepada pihak Bulog dan mana pun yang merasa dirugikan atas konten yang dibuat oleh warganya. Saya minta kepada seluruh warga Kelurahan Langkai agar jangan lagi membuat konten-konten seperti itu,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Bulig Wilayah Kalteng Budi Cahyanto menerangkan, beras dalam kemasan Burung Tingang adalah produksi dari Kabupaten Pulang Pisau.

“Ini adalah merek yang dikerjasamakan dengan Provinsi Kalteng, sehingga kemasannya bertuliskan Burung Tingang,” jelasnya. fwa 

 

 

-
-
-