-
Spirit Kalteng

Kurangi Kemacetan, Masyarakat Kameloh Baru Bangun Jalan Alternatif 

48
×

Kurangi Kemacetan, Masyarakat Kameloh Baru Bangun Jalan Alternatif 

Sebarkan artikel ini
BAYAR SE-IKHLASNYA-Untuk mengurangi kemacetan di Desa Kameloh Baru, masyarakat membangun jalan alternatif menggunakan dana swadaya masyarakat. TABENGAN/JEVI
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Proyek pengerjaan peninggian badan jalan/bronjong sepanjang 350 meter dan setinggi 1,5 meter di Jalan Trans Kalimantan, Desa Kameloh Baru, yang sempat mengalami kemacetan dan menjadi keluhan para pengendara, terus digenjot.

Kontraktor Proyek PPK 2.3  Kalimantan Tengah Daniel Siahaan mengatakan, pihaknya saat ini tengah berupaya cepat untuk menyelesaikan tahap penimbunan dengan proses pengerasan menggunakan material batu, sebab musim hujan hampir tiba.

“Saat ini kami sedang mengerjakan proyek penimbunan jalan dengan material batu  untuk mempercepat proses pemadatan jalan, karena kami sedang berpacu dengan waktu, mengingat musim hujan sudah di depan mata,” katanya kepada Tabengan di Desa Kameloh Baru, Minggu (15/10).

Pihaknya menargetkan penyelesaian proyek  penimbunan bronjong jalan sebelum akhir tahun 2023 minimal dengan satu lapis aspal. Lapis pengaspalan tahap dua dan tiga berikutnya akan dilakukan setelah akhir tahun 2023.

“Kita menyesuaikan kondisi cuaca untuk tahap pengaspalan berikutnya, tapi akan kami usahakan rampung pengerjaan proyek ini Juli tahun 2024,” jelasnya.

Jalan Alternatif

Untuk mengurangi kemacetan di Desa Kameloh Baru, masyarakat setempat berupaya mencari solusi dengan membangun jalan alternatif menggunakan dana swadaya masyarakat.

Pengelola jalan alternatif, Ahmad Jawari mengatakan, pihaknya membangun jalan pada bulan September 2023. Hal itu bentuk prihatin masyarakat Kameloh Baru kepada pihak sopir yang terjebak macet yang begitu lama.

“Kami membangun jalan alternatif ini bentuk prihatin terhadap pihak pengendara yang terjebak macet, dan kami ikhlas membangun jalan ini, serta tidak mematok tarif harga menggunakan jalan alternatif ini, kalau ada yang mau sukarela silakan,” katanya.

Pihaknya tidak mau harga bahan pokok melambung terlalu tinggi di Palangka Raya disebabkan adanya kemacetan di Desa Kameloh baru.

“Kami kasihan terhadap pengendara truk yang mendistribusikan barang ke Palangka Raya mengalami gangguan akibat macet,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan kota Palangka Raya Alman P Pakpahan mengungkapkan, pengaturan lalu lintas di Kameloh baru menggunakan sistem buka tutup jalan dengan seli bergantian serta menggunakan jalan alternatif yang tembus ke Tanjung Taruna berasal dari swadaya masyarakat.

“Untuk pengaturan lalu lintas kita menggunakan sistem buka tutup serta ada jalan alternatif, tapi kita akan prioritaskan seperti ambulance, sopir membawa sembako, dan truk BBM,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi kepada masyarakat Desa Kameloh Baru yang sudah berupaya membangun jalan alternatif sebagai bentuk dukungan untuk mengurangi kemacetan. Ia juga memohon kepada masyarakat kota Palangka Raya untuk tidak keluar kota kalau tidak dalam keadaan mendesak. jef

 

-
-
-