Spirit Kalteng

Jalan Trans Kalimantan Selesai November

31
×

Jalan Trans Kalimantan Selesai November

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nuryakin

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kemacetan yang terjadi di Jalan Trans Kalimantan, Palangka Raya-Pulang Pisau, cukup menarik atensi publik. Panjangnya antrean kendaraan sempat menimbulkan keresahan bagi masyarakat yang melintas. Terlebih, juga berdampak pada naiknya harga ayam di pasaran.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nuryakin mengatakan, upaya yang dilakukan sudah berkoordinasi dengan pihak balai agar sistem kerja diatur, sehingga permasalahan yang ada dapat ditindaklanjuti, agar tidak merugikan pihak mana pun.

“Pekerjaan tersebut juga harus selesai di bulan November. Dalam prosesnya tidak memperhitungkan dari sisi cuaca, sehingga ketika hujan turun, maka dampaknya tidak terindahkan. Hujan turun mengakibatkan jalanan yang rusak semakin melebar,” katanya.

Menurut Nuryakin, kendati demikian, hal tersebut tidak mengganggu pengiriman bahan sembako. Saat ini masih lancar.

“Karena pasokannya masih tersedia hingga saat ini, umumnya untuk pengiriman bahan pokok tersebut H-7, sehingga kalau seperti saat ini masih tidak apa,” katanya.

Dapat disimpulkan, pasokan bahan sembako tetap berjalan lancar di Kalteng. Sekalipun adanya kemacetan di beberapa kawasan tertentu. Pemprov Kalteng akan terus memantau situasi ini untuk memastikan keberlangsungan pasokan bahan pokok yang penting bagi masyarakat.

Bukan Alasan Kenaikan Harga

Adanya informasi terkait dugaan kenaikan sejumlah harga bahan pokok, salah satunya ayam akibat kemacetan di ruas Desa Tanjung Taruna (arah Palangka Raya-Pulang Pisau), mendapat sorotan dari DPRD Kalteng. Jajaran Komisi II H Sudarsono berharap agar soal kemacetan ini, jangan menjadi pembenaran atau alasan untuk menaikkan harga ayam.

“Kita berharap Pemprov dalam hal ini dinas terkait menjadikan persoalan ini sebagai sebuah perhatian penting. Intinya jangan sampai kemacetan jalan ini dijadikan sebagai sebuah alasan pembenar untuk menaikkan harga ayam secara sepihak. Harapan bagi pihak-pihak terkait termasuk para pengusaha ternak ayam,” ujarnya kepada Tabengan, Kamis (19/10).

Namun dirinya juga menilai, apabila memang kenaikan tersebut dipicu oleh kemacetan jalan, tentu tidak akan berlangsung panjang ataupun lama. Pasalnya pemerintah saat ini telah melaksanakan berbagai langkah, dalam penanganan jalan tersebut.

Wakil rakyat dari Dapil II yang meliputi Kotim dan Seruyan itu juga mengharapkan ke depannya agar harga ayam bisa segera stabil. Sementara itu, sebelumnya terkait kenaikan harga ayam, yang sebagian didatangkan dari provinsi tetangga, Sudarsono kerap mendorong adanya kemandirian soal ternak ayam yang ada di Kalteng. Tentunya dengan pemberian bantuan berupa bibit ayam ke masyarakat atau pengusaha ternak ayam maupun  program pakan murah bagi pelaku usaha terkait.

Sebab, ujar legislator dari Partai Golkar itu, selama ini kenaikan harga ayam potong selalu menjadi persoalan di saat-saat tertentu. Misalnya, seperti jelang hari besar ataupun ada hal-hal yang berkaitan dengan kondisi jalan ketika perbaikan dan sebagainya. lwd/drn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *