PURUK CAHU/TABENGAN.CO.ID – Juru bicara Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) H. Marianto penyampaikan pemandangan umum pada rapat paripurna Ke-2 masa sidang II-2023, di Gedung Dewan Perawakilan Rakyat Darah (DPRD) Kabupaten Murung Raya (Mura).
Marianto menuturkan bahwa berkenaan dengan 4 raperda yang diajukan Pemkab Mura terdapat ada terdapat sejumlah poin penting yang perlu digaris bawahi oleh Pemkab setempat, berkenaan dengan pajak dan retribusi agar terjadi peningkatan terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
“Adapun beberapa saran serta masukan dari kami F-PPP mengenai terhadap 4 raperda, di antaranya adanya kepastian terkait adanya retribusi harus diiringi dengan penguasaan yang memadai sehingga tetap dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya meningkatkan PAD Mura,” kata H. Marianto, di ruangannya.
Marianto menyebut Fraksi PPP menekankan perlunya transparansi serta akuntable dalam proses pengelolaan retribusi daerah. Fraksi PPP juga sependapat bahwa Raperda tentang Penyelenggaraan Semua Pelayanan Publik untuk Masyarakat Mura harus tetap ditingkatkan dalam rangka memenuhi kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan untuk setiap warga negara dan penduduk serta barang jasa atau pelayanan administrasi pemerintah.
Beralih terhadap aspirasi masyarakat, Marianto menyoroti tentang kerusakan jalan akibat longsor dari Puruk Cahu menuju Desa Muara Laung, Kecamatan Laung Tuhup.
Sejak dirinya membacakan pemandangan umum pada paripurna lalu belum ada penanganan apapun dari pemkab setempat melalu instansi terkait sehingga sering terjadi insiden di lokasi akibat lambannya penanganan longsor.
“Kemudian, kami sampaikan juga dalam laporan kami kebetulan saat itu ada Wakil Bupati, Ketua DPRD dan juga Sekretaris Daerah masalah menuju Muara Laung ada jalan longsor dan longsor tersebut lebih dari tiga bulan terakhir sepertinya belum ditangani. Karenanya, kami berharap longsor tersebut segera dibenahi instansi terkait,” tegasnya
Marianto juga menginformasikan bahwa kerusakan akibat longsor itupun telah banyak memakan korban akibat tidak mampu menanjak disebakan posisi yang longsor tepat ditanjakan tersebut berada di tanjakan.
“Kami berharap pemintah melalui dinas terkait jangan tutup mata. Mohon terjun ke lapangan secepatnya supaya melihat situasi dan kondisi jalan tersebut. Sekali lagi kami berharap jalan itu bisa kita pergunakan kembali, kasihan masyarakat jika terlalu lama menunggu,” tutup Marianto. c-sjs





