*14.386 Penumpang Lewat Pelabuhan Kumai
PALANGKA RAYA – Pemerintah bersama stakeholder terkait terus mempersiapkan berbagai upaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pemudik menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palangka Raya Alman Pakpahan mengatakan, mengantisipasi lonjakan penumpang arus mudik Nataru, Pemerintah Kota (Pemko) melalui Dishub telah mempersiapkan berbagai langkah antisipasi untuk memastikan kelancaran dan keamanan bagi pemudik.
“Berbagai persiapan dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya, seperti pemeriksaan rutin terhadap pengendara, truk, mobil dan bus, sebagai langkah inspeksi bagi kendaraan-kendaraan yang wajib uji KIR. Baik itu kendaraan angkutan barang maupun angkutan penumpang itu sendiri,” kata Alman kepada wartawan, Senin (18/12).
Dikatakan, uji KIR kendaraan dapat dijamin layak fungsinya di jalan, memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi masyarakat.
“Kedua, akan adanya pos-pos Nataru yang bekerja sama dengan TNI/Polri. Terutama dari Polisi Lalu Lintas untuk menempati pos-pos yang telah disiapkan,” terangnya.
Kemudian dalam menjaga kenaikan angka inflasi, pihaknya berupaya menurunkan harga tiket pesawat, dengan berkoordinasi bersama Kementerian Perhubungan. Sebab, Kementerian Perhubungan-lah yang dapat mengintervensi hal tersebut.
Lebih lanjut dikatakan, jumlah pos yang disediakan tidak mengalami perubahan signifikan dari tahun sebelumnya, tetap sebanyak 5 pos dan akan aktif H-2 jelang Hari Natal.
“Pos ini kan sebagai pusat informasi, mengedukasi masyarakat terkait mudik Hari Raya Natal ke tempat nya masing-masing,” lanjutnya.
Alman juga mengatakan, dari pantauan jalur penerbangan udara, khususnya dari Kota Palangka Raya sudah mulai mengalami kenaikan arus, namun untuk perjalanan darat masih relatif normal. Dan biasanya pada perjalanan darat, pada H-1 Natal, jalan-jalan penghubung seperti antarkabupaten dan provinsi mulai mengalami kenaikan frekuensi akan arus mudik.
Ia juga berpesan kepada masyarakat yang merencanakan perjalanan mudik, untuk bisa memastikan kendaraan pribadinya layak fungsi jalan dengan melakukan uji KIR di Dishub. Selain itu, juga disarankan untuk memastikan kondisi pengemudi dalam keadaan sehat agar perjalanan berlangsung nyaman dan aman.
Kepala Operasional Logos Rigen mengatakan, permintaan akan layanan transportasi jelang Nataru mengalami peningkatan yang signifikan. Kenaikan penumpang dan pemasanan tiket berkisar 15/20 persen.
“Jurusan Banjarmasin-Palangka Raya sampai ke Pangkalan Bun menjadi yang paling ramai. Karena itu, kami sudah mempersiapkan penambahan bus ekstra untuk mengatasi lonjakan penumpang jelang Nataru,” kata Rigen.
Kepala Operasional PO Yessoe Travel Evi juga mengakui adanya kenaikan penumpang jelang Nataru, bahkan kenaikannya lebih banyak dari tahun lalu.
“Saat ini bookingan tiket PO Yessoe sudah mengalami kenaikan sekitar 30 persen semenjak tiga hari yang lalu. Kondisi ini menandakan kemungkinan akan terjadi lonjakan penumpang yang ramai pada minggu ini,” ungkapnya.
PO Yessoe juga telah menambah 1-2 armada bus di Banjarmasin, Palangka Raya, Sampit, dan Pangakalan Bun untuk mengantisipasi meningkatnya animo masyarakat yang ingin mudik.
“Setelah Natal nanti diprediksi masyarakat akan banyak melakukan perjalanan ke Banjarmasin guna untuk liburan,” terangnya.
Penumpang Kapal Meningkat
Sementara itu, di Pelabuhan Panglima Utar, Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), aktivitas pemudik terus meningkat. Sedangkan di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotim peningkatan penumpang diprediksi capai 20 persen.
Kepala Kantor kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Pelabuhan Panglima Utar Kumai Hari Suryanto mengatakan, terhitung sejak tanggal 18 Desember 2023, jumlah penumpang yang mudik dari pelabuhan Panglima Utar Kumai sebanyak 14.386 penumpang, jumlah tersebut akan diangkut armada baik dari PT Pelni maupun PT Dharma Lautan Utama (DLU). Pihaknya juga mengaktifkan pos pengamanan dari 18 Desember 2023 sampai 8 Januari 2024.
“Angkutan Nataru pada tahun ini ada 25 kunjungan (call) dari operator kapal milik PT Pelni maupun PT DLU. Kedua operator kapal tersebut melayani pelayaran dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Tabung Emas Semarang,” ujarnya.
PT Pelni mengoperasikan KM Kelimutu dan KM Awu. Sementara armada dari PT DLU mengoperasikan KM Dharma Rucitra 9, KM Dharma Kencana III, KM Kirana I dan KM Kirana.
Kepala Kantor PT DLU Cabang Kumai Agus Supriyanto mengatakan, angkutan Nataru tahun ini mengalami kenaikan sebesar 30 sampai 50 persen. Pihaknya juga telah mempersiapkan armada untuk angkutan Nataru dengan kondisi kapal layak untuk melakukan perjalanan, tentunya semua armada telah disiapkan peralatan keselamatan bagi penumpang.
Jadwal keberangkatan kapal dari Pelabuhan Kumai menuju Pelabuhan Surabaya sampai akhir Desember sebanyak 8 trip, dengan prediksi rata rata membawa penumpang sebanyak 250 penumpang. Keberangkatan dari Kumai menuju Pelabuhan Semarang sampai akhir Desember sebanyak 7 trip, yang diprediksi rata-rata membawa 480 penumpang.
Terpisah, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit Muhammad Hermawan mengatakan, arus penumpang yang menggunakan jalur laut di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotim pada Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 diprediksi mencapai 20 persen.
Kenaikan penumpang sebesar 20 persen tersebut dilihat dari momen yang terjadi selain perayaan Nataru. Diakuinya, untuk momen Nataru kali ini tidak seramai angkutan Lebaran. Tetapi untuk Kotim, menjadi salah satu daerah yang dipantau Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dari 108 pelabuhan yang ada di Indonesia .
“Ini kan momennya juga anak-anak pelajar libur sekolah, jadi mungkin ada yang memanfaatkan momen ini dengan berlibur ke luar daerah, sehingga kami prediksi jumlah penumpang mencapai 5.414 orang atau naik 20 persen dari kondisi normal,” ujarnya, Senin (18/12).
Penumpang yang berasal dari pekerja perkebunan juga akan mendominasi untuk penumpang yang akan mengikuti arus mudik pada momen Nataru kali ini. Dan sebagian berasal dari penumpang dari warga lokal yang ingin berlibur ke Pulau Jawa. Untuk di Sampit, ada 4 armada yang melayani angkutan Nataru, dari PT Pelni dan PT DLU. Dengan daya tampung yang ada sekitar 2.593 orang. Untuk armada sendiri telah dilakukan pengecekan dan secara umum persiapan kapal sudah siap.
“Mulai minggu lalu sudah ada peningkatan, makanya kita mulai hari ini apel bersama instansi terkait untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga masyarakat merasa terlayani dengan baik dan tidak ada istilah telantar,” tuturnya. rba/jef/c-uli/c-may











