Angkutan Lebaran Kalteng Capai 134.605 Penumpang

TABENGAN/YULIANTINI AKTIVITAS- Tampak aktivitas penumpang melalui Bandara Iskandar, Pangkalan Bun, Kobar beberapa waktu lalu.

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Arus mudik dan arus balik angkutan lebaran tahun 2024 di Kalimantan Tengah (Kalteng) hampir usai, angkutan lebaran tahun ini mengalami kenaikan baik dari moda transportasi darat, laut dan udara.

Hal tersebut berdasarkan data yang dirilis Dinas Perhubungan (Dishub) Kalteng dari 3-18 April 2024.  Tahun ini juga angkutan lebaran mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2023 untuk moda transportasi laut dan udara, sedangkan moda tranportasi darat mengalami penurunan penumpang.

Untuk angkutan lebaran moda transportasi udara menggunakan pesawat untuk tahun 2023 ada 56.219 penumpang naik menjadi 61.912 penumpang, moda transportasi laut menggunakan kapal laut dari 24.811 penumpang menjadi 43.226 penumpang. Sedangkan untuk moda transportasi darat mengalami  penurunan dari 34.444 penumpang turun menjadi 29.467 penumpang.

Kemudian untuk total keseluruhan pergerakan penumpang disemua moda transportasi pada arus mudik dan arus balik angkutan lebaran dari 3-18 April 2024 mengalami kenaikan sebanyak 134.605 penumpang dibanding tahun 2023 lalu jumlahnya hanya 115.474 penumpang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kalteng Yulindra Dedi melalui Kepala Seksi Pemaduan Moda dan Pengembangan M Iksan Sidiq menyampaikan, untuk data pergerakan penumpang yang dirilis masih bersifat sementara dan kemungkinan akan terus bertambah.

“Data pergerakan penumpang yang kami tampilkan masih kolektif terutama untuk kapal laut dan pesawat, bisa dikatakan data belum final karena posko angkutan kapal laut sampai dengan H+15, sementara sekarang masih H+9,” ungkap Iksan saat dihubungi Tabengan, Senin (22/4).

Iksan juga menegaskan, pihaknya hingga saat ini masih terus melayani dan menjalankan tugasnya dalam memastian kelancaran angkutan lebaran tahun 2024.

Lebih lanjut Iksan menyebutkan, penyebab kenaikan angkutan lebaran tahun ini mengingat selama 2 tahun belakangan terjadi Covid-19 yng menyebabkan pergerakan masyarakat menjadi terbatas.

“Jadi untuk kenaikan angka lebaran tahun ini itu wajar karena kondisi kita lebaran 2020-2022 itukan pembatasan mudik, sehingga pasca Covid-19 banyak masyarakat kita mulai antusias mudik,” bebernya.

Ia menambahkan, untuk angkutan moda transportasi darat menggunakan bus sendiri berdasarkan pantauan yang dilakukan pihaknya sebelum H-7 sudah ramai arus mudik.

“Karena banyak anak-anak sekolah SD dan SMP sudah mulai libur. Karena itu banyak yang libur lebih dahulu, sedangkan pada arus balik dari H+1 sampai dengan H+7 angka pengguna bus menunjukkan lebih banyak pergerakan dari arus mudik,” tandasnya.

Untuk data yang dirilis sudah final untuk moda transportasi darat dan moda transportasi udara. Sedangkan untuk moda transportasi laut hingga sekarang pihaknya terus memantau.

Penumpang dari Bandara Iskandar Pangkalan Bun 26 Ribu 

Sementara hingga H+7 Idul Fitri 1445 Hijriah, jumlah penumpang di Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kobar mengalamai peningkatan 34 persen dari tahun sebelumnya, sekitar 26 ribu penumpang melakukan perjalanan dari Bandara Iskandar Pangkalan Bun.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Iskandar Pangkalan Bun Budi Setiawan mengatakan, penumpang meningkat signifikan dalam 2 pekan terakhir. Tercatat, sebanyak 26 ribu orang dan peningkatan jumlah penumpang itu setara dengan 34 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Mulai H-7 sampai dengan H+7 Idul Fitri 1445 Hijriah, total pengunjung ada 26 ribu, hal itu ada kenaikan signifikan, di bandingkan tahun lalu hanya 18 ribu,” Budi.

Budi mengatakan, dengan adanya kenaikan tersebut, Bandara Iskandar Pangkalan Bun merupakan bandara tersibuk ke-2 di Kalteng setelah Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya. Dimana jumlah penumpang untuk setiap harinya rata rata 1.600-2.400 penumpang.

“Kenaikan jumlah penumpang dari Bandara Iskandar Pangkalan Bun ini karena adanya aktivitas arus mudik, arus balik dan liburan anak-anak sekolah, bahkan saat ini ada kedatangan turis dari Jakarta, sehingga pesawat sekarang penuh terus,” ujarnya.

Menurutnya, Bandara Iskandar melayani penerbangan ke Jakarta, Semarang dan Surabaya. Penerbangan ke ketiga kota di pulau Jawa tersebut dilayani maskapai Nam Air, Citilink, Batik air dan Wings Air.

“Penumpang yang berangkat bukan saja dari Kobar, akan tetapi dari Kabupaten tetangga banyak juga dari kabupaten lain seperti dari Lamandau, Sukamara,  Seruyan, Sampit dan Kalimantan Barat (Kalbar),” pungkasnya. rmp/c-uli