Spirit Kalteng

PGI Kalteng Bantu Pembangunan Gereja Maranatha

34
×

PGI Kalteng Bantu Pembangunan Gereja Maranatha

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA-Ketua PGI Kalteng Pendeta Ayang Setiawan didampingi Sekretaris PGI Kalteng Parluhutan Dodo Binoto bersama dengan jajaran, usai menyerahkan bantuan pembangunan Gereja Maranatha, Rabu (23/10), di Palangka Raya. TABENGAN/DEDY

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kebakaran yang menimpa Gereja Maranatha, membuat sejumlah pihak tergerak untuk memberikan bantuan sosial. Sejumlah pihak sudah memberikan bantuan dalam rangka mempermudah proses pembangunan. Bantuan juga turut diberikan oleh Persatuan Gereja Indonesia Kalimantan Tengah (PGI Kalteng).

Ketua PGI Kalteng Pendeta Ayang Setiawan didampingi Sekretaris PGI Kalteng Parluhutan Dodo Binoto menyampaikan, bantuan yang diserahkan PGI Kalteng ini secara keseluruhan bernilai Rp65 juta lebih, yang terbagi dalam 2 kategori. Bantuan pertama senilai Rp20 juta merupakan hasil dari bantuan gereja-gereja dari PGI Kalteng.

Sementara Rp45 juta lebih, lanjut Pendeta Ayang, berasal dari gereja-gereja yang berada di lingkup Resort Palangka Raya Tengah. Terima kasih dan puji syukur atas bantuan yang diberikan, dalam mendukung pembangunan Gereja Maranatha kedepannya.

“Bantuan yang diberikan PGI Kalteng ini, semata dukungan dan kepedulian dalam satu kesatuan tubuh Kristus. Nilai yang ada, memang tidak mampu dalam memenuhi kebutuhan perbaikan Gereja Maranatha, yang memerlukan anggaran mencapai miliaran rupiah,” kata Pendeta Ayang, usai menyerahkan bantuan, Rabu (23/10), di Palangka Raya.

Sekarang ini, lanjut Pendeta Ayang, PGI Kalteng ataupun Resort Palangka Raya Tengah tidak lagi membuka donasi. Apabila memang ada masyarakat, lembaga, instansi, atau siapa saja yang ingin membantu pembangunan Gereja Maranatha, dapat langsung menuju posko gereja.

Pendeta Ayang juga mengharapkan, dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalteng dan Pemerintah Kota Palangka Raya untuk membantu proses pembangunan Gereja Maranatha ini. Dimana, pembangunan Gereja Maranatha ditargetkan selesai sebelum Juli 2026, atau sebelum Sinode Umum XXVI di Kabupaten Murung Raya (Mura).

Artinya, ungkap Pendeta Ayang, waktu yang tersedia untuk proses pembangunan Gereja Maranatha hanya selama 1,5 tahun. Harapan besar, bantuan dapat terus mengalir, sehingga proses pembangunan gereja dapat berjalan sesuai dengan yang ditargetkan oleh semua pihak.

Pendeta Ayang menyampaikan apresiasi dan terima kasih, atas bantuan yang diberikan dari berbagai pihak, sehingga memberikan keringanan, dan mempercepat proses pembangunan gereja, dan masyarakat dapat segera kembali menggunakan gereja ini untuk beribadah.ded

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *