Spirit Kalteng

Pemko Sidak Telusuri Penyebab Antrean BBM 

79
×

Pemko Sidak Telusuri Penyebab Antrean BBM 

Sebarkan artikel ini
CARI PENYEBAB- Sidak SPBU yang dilakukan oleh Pemko Palangka Raya bersama Pertamina, telusuri antrean panjang BBM, Kamis (7/5/2026). FOTO TABENGAN/ANITA WIDYANINGSIH

PALANGKA RAYA – Antrean kendaraan di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Warga bahkan harus mengantre hingga satu sampai dua jam untuk mendapatkan BBM, sementara pedagang eceran yang biasanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat justru banyak yang tidak beroperasi.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kota Palangka Raya bersama lintas instansi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU, di antaranya SPBU Jalan G.Obos, Yos Sudarso, dan Keminting, Kamis (7/5). Sidak melibatkan Satpol PP Kota Palangka Raya, DPKUKMP, Dishub, Satpol PP Provinsi Kalteng, hingga pihak Pertamina.

Kepala Bidang Perdagangan DPKUKMP Kota Palangka Raya, Fajar Bhakti, mengatakan sidak dilakukan untuk menelusuri akar persoalan antrean BBM yang terjadi di lapangan.

“Kita ingin menelusuri penyebab utama terjadinya permasalahan antrean BBM ini seperti apa. Sehingga atas dasar itulah nanti kita bisa menyimpulkan diskresi yang tepat terkait pendistribusian,” ujarnya.

Menurut Fajar, hasil pemantauan nantinya akan dibahas bersama seluruh pemangku kepentingan agar solusi yang diterapkan benar-benar tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat.

Ia juga menyoroti hilangnya pedagang BBM eceran di tengah kondisi antrean panjang di SPBU. Menurutnya, keberadaan pengecer sebenarnya dapat membantu mengurangi penumpukan kendaraan di SPBU, selama harga yang diterapkan tetap wajar.

“Silakan penjualan minyak di eceran, tapi tentunya dengan batas-batas harga kewajaran supaya masyarakat juga terbantu. Yang artinya tidak mau mengantre mereka bisa membeli di eceran, tapi tolong harganya sewajarnya saja,” tegasnya.

Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) Kalteng V Gas PT Pertamina Patra Niaga, Bagas Wicaksana memastikan stok BBM di Kota Palangka Raya dalam kondisi aman dan distribusi terus berjalan setiap hari.

“Stok sebenarnya dari SPBU kami pastikan aman. Semuanya kami pastikan akan selalu ada penyaluran setiap harinya,” katanya.

Bagas menilai antrean panjang lebih dipicu meningkatnya pembelian masyarakat akibat isu kelangkaan BBM yang beredar. Kondisi tersebut membuat masyarakat membeli BBM secara bersamaan dalam jumlah lebih besar dari biasanya.

“Yang kami amati sebenarnya memang ada panic buying dari masyarakat terkait isu-isu yang tersebar di luar. Jadi menyebabkan semua masyarakat akhirnya membeli BBM secara bersamaan,” jelasnya.

Ia memastikan tidak ada pengurangan stok BBM di Palangka Raya. Bahkan Pertamina siap menambah suplai jika kebutuhan meningkat.

“Kalau memang dibutuhkan penambahan stok, kami juga akan tambahkan stok untuk bisa mencukupi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Untuk mengurangi antrean, Pertamina juga telah meminta sejumlah SPBU menambah jam operasional hingga 24 jam, dengan jaminan stok tetap tersedia.

“Kami pastikan jika SPBU buka 24 jam, maka stoknya juga aman. Memang mungkin ada sedikit keterlambatan distribusi karena tingginya aktivitas masyarakat dan kondisi transportasi di jalan, tetapi tetap akan kami suplai,” ujarnya.

Bagas optimistis kondisi distribusi BBM di Palangka Raya dapat kembali normal dalam waktu dekat apabila masyarakat melakukan pembelian sesuai kebutuhan.

“Harapan kami secepatnya bisa normal kembali. Kami terus monitoring dari pagi hingga malam. Insya Allah dalam seminggu ke depan kami coba normalkan kembali,” pungkasnya.

Pertamina menyebut ketersediaan BBM di wilayah Palangka Raya masih dalam kategori aman, dengan coverage day Pertalite mencapai 6,5 hari dan Pertamax 5,5 hari yang terus diperbarui melalui distribusi berkala.

Masyarakat pun diimbau tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi berjalan lancar dan antrean dapat berkurang. nws

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *