Plt Kadisdik M Reza Prabowo: Silakan bersama-sama Mengawasi agar Penggunaan Anggaran Pendidikan Tepat Sasaran dan Sesuai Prosedur
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Wilayah Kalimantan Tengah bersama sejumlah aktivis resmi melayangkan laporan dugaan tindak pidana korupsi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalteng pada 18 Juli 2025 lalu. Laporan tersebut terkait proyek pengadaan papan tulis interaktif atau TV interaktif yang dikerjakan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalteng dengan nilai anggaran mencapai Rp625 miliar pada tahun anggaran 2025.
Ketua SEMMI Kalteng menyebut, laporan ini dilayangkan sebagai bentuk kepedulian terhadap penggunaan anggaran daerah agar tepat sasaran dan sesuai ketentuan hukum.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng M Reza Prabowo menegaskan, pihaknya menghormati langkah pelaporan yang dilakukan masyarakat dan organisasi kepemudaan.
“Semua berhak punya hak untuk menyampaikan pendapat, termasuk SEMMI juga kita support. Jadi, terkait perkembangan laporan tersebut ya tentu silakan konfirmasi kepada yang melapor,” kata Reza saat ditemui di Palangka Raya, Rabu (23/7).
Reza menekankan, pihaknya tidak akan melakukan upaya pelaporan balik terhadap pihak pelapor karena hal itu merupakan bagian dari kontrol sosial.
“Kita tidak ada pelaporan balik, itu tidak boleh karena ini wujud kontrol sosial. Kita di internal Dinas Pendidikan pun juga harus hati-hati dalam pelaksanaan kegiatan anggaran karena ini semua menggunakan anggaran rakyat, yaitu masyarakat Kalimantan Tengah. Jadi harus penuh dengan kehati-hatian, administrasi juga harus tertib dan sebagainya,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika diperlukan klarifikasi atau keterangan, pihaknya siap memberikan penjelasan kepada pihak berwenang.
“Pokoknya kalau ada laporan seperti itu kita fasilitasi. Kalau kita dibutuhkan keterangan, maka akan kita sampaikan,” ucap Reza.
Terkait progres pengadaan papan tulis interaktif, Reza memastikan proses distribusi sudah berjalan dan ditargetkan selesai sesuai jadwal.
“Kalau untuk papan tulis interaktif yang sudah tersalurkan sudah dalam proses distribusi, karena targetnya September itu sudah selesai semua SMA, SMK, dan sekolah khusus yang menjadi prioritas. Tetapi ada beberapa sekolah yang mengajukan proposal juga dibantu sama Pak Gubernur,” tuturnya.
Reza mengimbau seluruh pihak untuk bersama-sama mengawasi agar penggunaan anggaran pendidikan tepat sasaran dan sesuai prosedur. ldw





