Spirit Kalteng

Wali Kota dan PWI Kalteng Dukung Pelatihan Jurnalistik IMM UMPR

36
×

Wali Kota dan PWI Kalteng Dukung Pelatihan Jurnalistik IMM UMPR

Sebarkan artikel ini
Wali Kota dan PWI Kalteng Dukung Pelatihan Jurnalistik IMM UMPR
PELATIHAN-Semangat etika dalam dunia jurnalistik digaungkan dalam kegiatan pelatihan jurnalistik yang diikuti puluhan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), Rabu (6/8) pagi.FOTO TABENGAN/DAMANTIO

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Semangat etika dalam dunia jurnalistik digaungkan dalam kegiatan pelatihan jurnalistik yang diikuti puluhan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), Rabu (6/8) pagi.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Palangka Raya dengan mengangkat tema “Membumikan Huma Betang, Peran Pemuda Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dalam Jurnalisme Etis dan Berkeadaban.”

Acara ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani menyampaikan pentingnya peran jurnalis muda dalam membangun masyarakat informasi yang tidak hanya cepat tetapi juga etis dan berlandaskan kebenaran.

“Kegiatan ini bukan hanya membekali keterampilan teknis jurnalistik, tetapi juga membangun landasan nilai dan etika dalam menyuarakan kebenaran di tengah dunia yang super cepat dalam arus informasi,” ujar Jayani di hadapan peserta pelatihan.

Ia menambahkan bahwa saat ini bangsa membutuhkan jurnalis muda yang memiliki hati nurani, menjunjung tinggi kejujuran, dan memahami bahwa berita bukanlah sekadar komoditas yang diperdagangkan.

“Melalui pelatihan ini, IMM diharapkan bisa memahami kebutuhan zaman, agar bisa turut mendukung program-program pemerintah yang ingin diwujudkan dan perlu didengar oleh masyarakat. Di sinilah pentingnya peran jurnalistik yang bijak dan bertanggung jawab,” lanjutnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Tengah, Muhammad Zainal, yang turut hadir sebagai narasumber dalam pelatihan tersebut. Ia menilai pelatihan ini merupakan langkah positif dalam membentuk generasi muda yang melek jurnalistik dan beretika.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena melahirkan kader-kader penulis handal ke depan. Harapannya, mereka tidak hanya pandai menulis, tapi juga memahami cara mendapatkan berita, teknik wawancara, dan bertanggung jawab atas apa yang ditulisnya,” ungkap Zainal.

Ia juga menekankan bahwa seorang jurnalis bukan hanya dituntut menulis berita yang menarik, tetapi juga harus bisa menyajikan informasi yang akurat dan mudah dipahami oleh masyarakat.

“Pelatihan jurnalistik seperti ini mengajarkan bagaimana menerapkan ilmu jurnalistik agar menghasilkan berita yang enak dibaca dan informatif,” katanya.

Pelatihan jurnalistik ini digelar sebagai bagian dari penguatan kapasitas kader IMM UMPR dalam bidang komunikasi dan literasi media. Selain teori jurnalistik, para peserta juga dibekali praktik menulis berita, wawancara, serta etika profesi jurnalistik.

Dengan semangat Huma Betang, pelatihan ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang aksi nyata bagi mahasiswa dalam menyuarakan nilai kebenaran, keadaban, dan kejujuran melalui media. dte