Spirit Kalteng

Dinas TPHP: Karena BRMP U dan AT Tak Lagi Mendampingi, Kelompok Tani Tak Lagi Memanfaatkan Kandang Itik

34
×

Dinas TPHP: Karena BRMP U dan AT Tak Lagi Mendampingi, Kelompok Tani Tak Lagi Memanfaatkan Kandang Itik

Sebarkan artikel ini
Dinas TPHP: Karena BRMP U dan AT Tak Lagi Mendampingi, Kelompok Tani Tak Lagi Memanfaatkan Kandang Itik
Togar S Parulian

PULANG PISAU/TABENGAN.CO.ID- Program pengembangan budidaya itik di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, yang sempat menjadi bagian dari program strategis nasional food estate kini terbengkalai. Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalteng Rendy Lesmana, melalui Wasbitnak Ahli Madya Togar S Parulian menyampaikan keprihatinannya atas kandang itik yang tidak lagi dimanfaatkan oleh Kelompok Tani Ternak Jaya Makmur.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi kandang pengembangan itik di Desa Belanti Siam yang sudah tidak dimanfaatkan lagi oleh Kelompok Tani Jaya Makmur. Dalam waktu dekat, kami akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Pulang Pisau untuk melakukan kunjungan lapangan,” kata Togar, Jumat (29/8), dalam press releasenya.

Program pengembangan itik di Belanti Siam dimulai pada tahun 2020 lalu, seiring pelaksanaan program food estate yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Melalui pendanaan APBN Kementerian Pertanian, kegiatan ini digarap bersama Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Bogor, yang kini bertransformasi menjadi Badan Perakitan dan Pengujian Unggas dan Aneka Ternak (BRMP U dan AT).

“Kelompok Tani Ternak Jaya Makmur sebagai kelompok percontohan mendapat paket lengkap. Sejak awal, pendampingan dilakukan hingga akhir 2023. Namun sejak 2024, BRMP Unggas tidak lagi memberikan pendampingan langsung maupun dukungan dana. Seluruh pembiayaan, mulai dari pakan, kesehatan hewan, hingga pemasaran, diserahkan kepada kelompok,” jelas Togar.

Karena tingginya biaya operasional, kelompok tani tidak mampu melanjutkan budidaya secara mandiri. Akibatnya, kandang dan perlengkapan yang pernah menjadi lokasi kunjungan Presiden Jokowi kini tidak lagi difungsikan.

Togar menyanyangkan, sejak awal 2024 sampai 2025 ini BRMP U dan AT tidak lagi melakukan pendampingan secara langsung, baik itu dari segi pendanaan dan lainnya. Dan sayangnya lagi, tambah Rendy, semua diserahkan pelaksaan budidaya itik tersebut kepada kelompok tani Jaya Makmur yang diketuai oleh Parmin, baik itu dalam manajemen pemeliharaan, pembelian pakan, penangnan kesehatan hewan, dan pemasaran hasil produksi itik (Telur dan DOD).

“Akibat BRMP U dan AT, tidak lagi mendampingi dan mengawal kelompok tani ternak Jaya Makmur dan juga tidak melaporkan atau tidak berkoordinasi dengan Dinas pertanian Pulang Pisau dan Dinas TPHP Provinsi Kalteng, sehingga kelompok tani Jaya Makmur tidak lagi memanfaatkan kandang dan perlengkapan lainnya,” jelas Togar.

Menanggapi hal tersebut, tambah Togar, Dinas TPHP Kalteng bersama Dinas Pertanian Pulang Pisau akan melakukan koordinasi dengan BRMP Unggas, Pemerintah Desa Belanti Siam, serta Kelompok Tani Jaya Makmur untuk mencari solusi.

“Ke depan, kami akan mencari strategi agar kandang ternak itu bisa dimanfaatkan lagi. Selain pendampingan bersama pemerintah desa, kami juga akan membuka peluang bagi investor atau pelaku usaha peternakan untuk memanfaatkan kandang dan peralatan yang ada. Alternatif lain, kelompok tani bisa menjalin kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengembangan itik, tentunya tetap dalam pengawasan dinas terkait,” ujar Togar.

Ia juga menegaskan bahwa program itik di Belanti Siam berbeda dengan program penyebaran 24 ribu ekor itik pada 2021 di lima kecamatan Kabupaten Pulang Pisau.

“Itu tidak hilang, hanya jenis kegiatannya berbeda. Kalau ternak 24 ribu ekor itik disebarkan ke 48 kelompok tani pada 2021. Kegiatan itu didampingi UPT BPTU-HPT Pelaihari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Jadi tidak ada hubungannya dengan kandang Kelompok Jaya Makmur di Desa Belanti Siam,” pungkasnya. c-mye/ldw