Hukrim

Ratusan Massa Demo Polda Kalteng

31
×

Ratusan Massa Demo Polda Kalteng

Sebarkan artikel ini
Ratusan Massa Demo Polda Kalteng
DEMONSTRASI – Aksi unjuk rasa gabungan dari mahasiswa, para ojol dan masyarakat umum di depan Kantor Mapolda Kalteng, Palangka Raya, Jumat (29/8). FOTO TABENGAN/YULIANUS

*Tuntut Keadilan Tewasnya Driver Ojol di Jakarta

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Suasana tegang menyelimuti kawasan Markas Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng), Jumat (29/8) sore. Ratusan massa yang terdiri dari aliansi mahasiswa, pelajar, hingga komunitas pengemudi ojek online (ojol) mendatangi markas besar kepolisian di Palangka Raya.

Aksi ini merupakan bentuk solidaritas sekaligus kemarahan atas tragedi meninggalnya seorang driver ojol, Affan Kurniawan (21), di Jakarta Pusat. Korban dilaporkan tewas setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob ketika terjadi kericuhan di sekitar Gedung DPR, Kamis (28/8) malam.

Rekaman kejadian tersebut menyebar luas di media sosial, memicu gelombang kecaman serta tuntutan agar aparat penegak hukum bertanggung jawab.

Selain kasus tersebut, massa juga menyoroti isu kenaikan tunjangan anggota DPR RI yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat kecil di tengah situasi ekonomi sulit.

Sejak siang, massa telah memadati halaman depan Polda Kalteng dengan membawa berbagai atribut aksi. Mereka menggelar orasi, menyampaikan kritik, serta menyerukan keadilan bagi rekan mereka yang tewas di ibu kota.

Namun, situasi berubah menegangkan ketika sebagian massa menutup akses jalan dengan ban bekas yang kemudian dibakar. Kepulan asap hitam membumbung tinggi, membuat arus lalu lintas sekitar terganggu.

Massa juga sempat melempari aparat dengan botol air mineral, pasir, hingga telur. Kericuhan pun tidak terhindarkan, meski aparat berusaha menahan diri agar situasi tidak semakin memanas.

Dalam orasinya, salah seorang perwakilan aksi, Maulana, menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar unjuk rasa biasa, melainkan bentuk kepedulian terhadap kawan-kawan yang menjadi korban kekerasan negara.

“Kami menyikapi hasil dari penindasan dan pembunuhan terhadap massa aksi di Jakarta. Kemarahan ini adalah solidaritas sekaligus perlawanan atas tindakan sewenang-wenang aparat. Polri harus bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia juga mendesak agar institusi Polri berani menindak tegas anggotanya yang terbukti melanggar hukum. Menurutnya, hukum tidak boleh hanya keras kepada rakyat kecil, sementara aparat dibiarkan kebal hukum.

“Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Publik menunggu bukti nyata keberanian Polri untuk berpihak pada keadilan,” tambahnya.

Melihat situasi mulai memanas, Kapolda Kalteng Inspektur Jenderal Polisi Iwan Kurniawan keluar menemui massa. Kehadirannya bertujuan menenangkan suasana sekaligus mendengar langsung aspirasi yang disampaikan.

“Kami memahami kekecewaan kalian. Permasalahan ini akan menjadi bahan evaluasi kami demi kebaikan bersama, khususnya masyarakat Kalteng,” ucapnya di hadapan massa.

Sementara itu, perwakilan ojol Palangka Raya, Dedy Wahyu Saputra, menegaskan agar polisi yang menewaskan Affan Kurniawan dihukum seadil-adilnya. Ia meminta proses hukum berjalan transparan, terbuka, dan tidak ditutup-tutupi.

“Kalau bisa, pelaku dihukum sesuai aturan hukum yang berlaku. Jangan sampai ada kesan dilindungi. Publik berhak tahu sejauh mana penyelidikan ini berjalan,” tegas Dedy.

“Kapolda perlu mengingatkan jajarannya agar tidak bersikap represif terhadap masyarakat yang sedang menyuarakan aspirasi. Polisi seharusnya melindungi, bukan justru menakut-nakuti rakyat,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, konsentrasi massa masih terlihat di depan Polda Kalteng. Meski sempat ricuh, aparat berusaha menjaga agar suasana tetap terkendali. Aksi solidaritas ini menjadi penegasan bahwa tragedi yang menimpa Affan di Jakarta telah menggugah simpati sekaligus kemarahan masyarakat di berbagai daerah, termasuk di Palangka Raya.

Terpisah, Pengendara Ojol Palangka Raya dari Ketua Penyambung Kopdar Mitra Gojek Palangka Raya, Gandi Setiawan menyebutkan, dalam aksi yang dilakukan mahasiswa di depan Polda Kalteng bukan dari komunitas mereka.

‎‎”Untuk komunitas Gojek yang ada di Palangka Raya terutama yang kami bawahi untuk demo hari ini di Polda Kalteng itu tidak ada,” ungkapnya, Jumat sore.

‎‎Mereka akan memberikan informasi kepada wartawan jika ada aksi yang akan dilakukan oleh komunitas Penyambung Kopdar Mitra Gojek Palangka Raya terkait solidaritas atas meninggalnya mitra gojek.

‎‎”Tapi insyaallah nanti bila ada kegiatan lebih lanjut akan kami kabari, mungkin terkait solidaritas sesama ojek online, tapi untuk kegiatan hari ini tidak ada,” pungkasnya. dte/mak