PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Sebuah helikopter jenis Airbus H145 milik maskapai Eastindo dengan kode registrasi PKRGH dilaporkan hilang kontak dalam penerbangan dari Kota Baru, Kalimantan Selatan, menuju Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (1/9) pagi. Insiden ini memicu operasi pencarian besar-besaran untuk menemukan 8 orang yang berada di dalamnya.
Hal ini dibenarkan oleh Executive General Manager (EGM) Angkasa Pura II Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Mohamad Adiwiyatno saat dihubuungi Tabengan, Senin (1/9).
“Benar untuk informasi resminya masih menunggu dari SAR (Basarnas),” katanya kepada Tabengan.
Berdasarkan informasi, helikopter yang disewa oleh perusahaan APRIL ini lepas landas dari Bandara Gusti Syamsir Alam, Kotabaru, pada pukul 07.46 WIB. Sesuai jadwal, pesawat seharusnya tiba di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, pada pukul 09.15 WIB.
Namun, hanya 10 menit setelah lepas landas, sekitar 07.54 WIB, helikopter tersebut kehilangan kontak. Berdasarkan data penerbangan, kontak terakhir tercatat saat helikopter berada di ketinggian 3.000 kaki, sekitar 10 nautical mile (NM) dari Kotabaru. Data dari Flightradar24 menunjukkan plot 3D yang menandai lokasi terakhir sebelum menghilang dari radar.
Menanggapi laporan tersebut, tim Basarnas segera mengaktifkan operasi pencarian dan penyelamatan. Operasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk otoritas bandara, kepolisian, serta tim internal dari Eastindo dan APRIL.
Fokus pencarian difokuskan di area sekitar 10 NM dari Kotabaru, yang diperkirakan merupakan daerah hutan lebat dan perbukitan. Tim SAR bekerja secepat mungkin untuk menemukan helikopter dan memastikan keselamatan delapan orang yang berada di dalamnya, yang terdiri dari dua kru dan enam penumpang.
Helikopter Airbus H145 dikenal sebagai pesawat serbaguna yang umum digunakan untuk penerbangan komersial dan charter. Dalam kasus ini, helikopter tersebut digunakan untuk mobilitas personel perusahaan APRIL.
Meskipun penyebab hilangnya kontak masih menjadi misteri, insiden yang terjadi pada ketinggian rendah dan dalam waktu singkat setelah lepas landas menjadi fokus utama penyelidikan. Prioritas utama saat ini adalah menemukan lokasi helikopter untuk memberikan kejelasan dan ketenangan bagi keluarga yang menunggu. rmp











