PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustin Teras Narang mengungkapkan, Stasiun Tugu Yogyakarta adalah salah satu saksi sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Pada tahun 1946, sebut Teras, stasiun ini menjadi saksi perpindahan Ibu Kota Negara Jakarta ke Yogyakarta imbas agresi militer Belanda yang membuat situasi Jakarta tak lagi aman.
“Sri Sultan HB IX dan Sri Paku Alam VIII selaku pemimpin daerah kesultanan dan Pakualaman pada masa itu lalu menawarkan, agar Yogyakarta sementara menjadi tempat pemerintahan dijalankan demi keselamatan kemerdekaan Republik Indonesia,” ceritanya dalam keterangan tertulis, Senin (10/11).
Dalam perjalanan dan tugas kenegaraan menyemai dan memantapkan nilai kebangsaan bagi generasi muda Kalteng di Yogyakarta akhir pekan lalu, Teras menyampaikan optimisme kebangsaan dan rasa hormat pada para pejuang serta pahlawan bangsa kita.
Mantan Gubernur Kalteng dua periode ini menuturkan, pahlawan dalam era hari ini, tentu saja bukan semata mereka yang berjuang melawan penjajah. Kepahlawanan demikian tak lagi merepresentasikan nilai perjuangan yang lebih luas.
Teras mengajak, mari bersama memaknai semangat kepahlawanan dalam profesi kita masing-masing. Dalam perjuangan menjaga daerah dan bangsa dari kejahatan yang merugikan orang banyak, bangsa, dan negara. Perjuangan menjaga kebudayaan, melestarikan hutan dan menegakkan kebenaran.
“Jadilah pahlawan Indonesia dari keluarga kita masing-masing, dengan menamkan rasa cinta tanah air dan semangat juang membangun bangsa Indonesia yang maju dan bermartabat di mata dunia. Selamat memperingati momen Hari Pahlawan 2025,” ujar Teras Narang. ist





