-
Spirit Kalteng

KASUS PENEMBAKAN TELAWANG-Ketua DPRD Kotim Imbau Masyarakat Tetap Tenang

285
×

KASUS PENEMBAKAN TELAWANG-Ketua DPRD Kotim Imbau Masyarakat Tetap Tenang

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kotim Rimbun
-

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Rimbun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menghindari provokasi terkait isu-isu yang berkembang pasca-insiden penembakan yang menimpa empat warga di Desa Kenyala, Kecamatan Telawang, belum lama ini.

Rimbun menegaskan bahwa penanganan perkara ini sepenuhnya berada di bawah kewenangan aparat penegak hukum, sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Kami mempercayakan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Apabila terdapat indikasi tindak pidana serta adanya perlawanan, penyelesaiannya harus dilakukan melalui jalur hukum negara yang berlaku,” ujar Rimbun Selasa (6/1).

Menurut Rimbun, aparat keamanan telah dibekali dengan aturan dan prosedur operasional standar dalam menjalankan tugas mereka. Oleh karena itu, tindakan yang dilakukan di lapangan tidak dilakukan secara sembarangan.

“Apabila terjadi tindakan tegas, hal tersebut tentu didasari oleh situasi dan pertimbangan tertentu yang dihadapi oleh petugas saat pengamanan,” jelasnya.

Menanggapi isu yang mengaitkan peristiwa ini dengan latar belakang kesukuan dan desakan penyelesaian melalui hukum adat, Rimbun menegaskan bahwa hal tersebut tidak relevan. Kasus ini telah memasuki ranah hukum negara dan menjadi tanggung jawab kepolisian sejak awal kejadian.

“Isu kesukuan tidak dapat dibenarkan. Ini murni persoalan hukum pidana dan sedang ditangani oleh aparat kepolisian,” tegasnya.

Ia menambahkan, DPRD tetap memberikan dukungan kepada aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Rimbun juga berharap agar proses penanganan perkara ini dilakukan secara profesional, transparan, dan berkeadilan, sehingga tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.

Sebelumnya, dilaporkan empat warga Desa Kenyala mengalami luka tembak di areal perkebunan sawit. Satu korban sedang menjalani perawatan intensif di RSUD dr Murjani Sampit, sementara tiga lainnya dirawat di desa.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa peristiwa ini berkaitan dengan dugaan pencurian buah sawit dan adanya perlawanan aktif terhadap petugas. c–may

 

-
-
-