Spirit Kalteng

Cegah Paham Radikal, Awasi Gadget Pelajar

186
×

Cegah Paham Radikal, Awasi Gadget Pelajar

Sebarkan artikel ini
Cegah Paham Radikal, Awasi Gadget Pelajar
Hasan Busyairi

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Maraknya penggunaan gadget dan game online di kalangan pelajar menjadi perhatian serius DPRD Kota Palangka Raya. Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya Hasan Busyairi mengajak Pemerintah Kota melalui Dinas Pendidikan, pihak sekolah, serta orang tua untuk bersinergi mengawasi aktivitas digital anak-anak sejak dini.
Hasan menilai, kemajuan teknologi di satu sisi membawa manfaat besar bagi dunia pendidikan, namun di sisi lain juga membuka celah masuknya konten negatif, termasuk paham radikal yang terselip melalui platform digital dan permainan daring.
“Upaya ini bertujuan sebagai antisipasi terhadap kemungkinan penyebaran paham radikal yang bisa masuk melalui konten game online atau platform digital,” kata Hasan, Minggu (11/1).
Ia menjelaskan, tidak semua game online atau konten digital bersifat merugikan. Banyak di antaranya yang edukatif dan melatih kreativitas. Namun demikian, potensi penyebaran ideologi menyimpang yang dikemas secara halus tetap perlu diwaspadai.
Menurut Hasan, pengawasan penggunaan gadget tidak sebatas membatasi durasi bermain, melainkan juga memastikan keamanan dan kualitas konten yang diakses anak-anak. Pasalnya, konten berbahaya yang tersamar dalam permainan dinilai sulit dikenali, tetapi dapat memengaruhi cara berpikir generasi muda secara perlahan.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa, sehingga kita harus menjaga mereka dari pengaruh yang tidak baik. Pengawasan terhadap penggunaan gadget dan akses ke game online bukan hanya tentang mengontrol waktu bermain, tetapi juga memastikan konten yang mereka konsumsi aman dan positif,” tegasnya.
Hasan menekankan pentingnya peran masing-masing pihak. Dinas Pendidikan diharapkan mampu menyusun kebijakan dan pedoman pemanfaatan teknologi di sekolah. Sementara itu, sekolah perlu meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas siswa, dan orang tua dituntut lebih aktif memantau penggunaan gadget di rumah.
Selain itu, ia juga mendorong adanya penyuluhan bagi guru dan orang tua agar mampu mengenali ciri-ciri konten berbahaya serta mengetahui langkah yang harus diambil apabila menemukan indikasi penyebaran paham radikal di ruang digital.
Tak kalah penting, Hasan menilai perlu adanya kerja sama dengan penyedia layanan digital agar konten yang beredar sesuai dengan aturan dan nilai kebangsaan.
“Kita perlu melakukan langkah antisipatif sejak dini agar anak-anak tumbuh dengan pemahaman yang benar tentang nilai-nilai kebangsaan. Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan orang tua adalah kunci untuk melindungi mereka dari pengaruh yang tidak diinginkan,” tandasnya. nws