-
Spirit Kalteng

DILIRIK BUYER NEW ZEALAND Produk IKM Palangka Raya Bakal Bersaing Global

270
×

DILIRIK BUYER NEW ZEALAND Produk IKM Palangka Raya Bakal Bersaing Global

Sebarkan artikel ini
GO INTERNASIONAL-Desiminasi kolaborasi pelaku usaha IKM bersama LPEI dalam rangka proses memasarkan produk IKM Kota Palangka Raya ke pasar internasional, Rabu (28/1). FOTO TABENGAN/ANITA WIDYANINGSIH
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Kota Palangka Raya terus berupaya meningkatkan kualitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya Industri Kecil Menengah (IKM), agar mampu naik kelas dan menembus pasar ekspor. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Diseminasi Kolaborasi Pelaku Usaha IKM bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang digelar pada Rabu (28/1).

Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini menyebutkan, kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi para pelaku UMKM dan IKM di Kota Palangka Raya. Pasalnya, Pemko menghadirkan langsung LPEI beserta mitranya, Indonesia Berdaya Saing (IBS), yang selama ini fokus dalam pendampingan UMKM berorientasi ekspor.

“Kegiatan hari ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran produk-produk IKM Kota Palangka Raya yang kemarin telah dipasarkan ke New Zealand. Bahkan, buyer dari New Zealand datang langsung dan melihat produk-produk kita,” ungkap Zaini.

Menurutnya, buyer tersebut menilai produk IKM Palangka Raya memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar internasional. Produk-produk lokal dinilai memiliki nilai jual tinggi, terutama karena mengusung konsep handmade, bernilai budaya, serta memiliki keunikan tersendiri.

“Produk kita ternyata laku dan diminati di luar negeri. Ini membuktikan bahwa dengan pendampingan dan penyesuaian terhadap kebutuhan pasar internasional, produk IKM Palangka Raya mampu bersaing,” jelasnya.

Zaini menambahkan, ke depan pemasaran produk tidak hanya menyasar New Zealand, tetapi juga negara-negara lain. Untuk mendukung pengembangan tersebut, pelaku IKM membutuhkan peningkatan keterampilan dan tambahan modal. Di sinilah peran LPEI menjadi sangat penting.

“LPEI memiliki fungsi pembiayaan ekspor, termasuk bagi IKM yang produknya sudah pernah terjual di luar negeri. Tidak hanya pendampingan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemko Palangka Raya mengundang sekitar 50 pelaku IKM untuk mendapatkan informasi terkait skema pembiayaan LPEI serta pembekalan dari IBS mengenai strategi agar produk lokal mampu bersaing di pasar global.

Selain kualitas produk, Zaini menyoroti satu kelemahan utama produk IKM lokal, yakni kurangnya storytelling. Menurutnya, konsumen luar negeri tidak hanya membeli produk, tetapi juga cerita dan nilai di balik produk tersebut.

“Storytelling itu penting. Produk harus diceritakan, dibuat dari apa, siapa yang membuat, fungsinya, serta nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Itu yang membuat pembeli luar negeri tertarik karena mereka tahu makna dari produk yang dibeli,” jelasnya.

Ia berharap melalui kolaborasi ini, produk-produk IKM Kota Palangka Raya dapat terus berkembang, memiliki daya saing global, dan benar-benar mampu mendunia.

“Kita ingin membawa produk-produk IKM Palangka Raya ke pasar internasional dengan kualitas yang semakin baik dan bernilai,” pungkasnya. nws

 

-
-
-