Pencarian-Tim SAR gabungan lakukan pencarian terhadap pekerja tambang yang di kabarkan tenggelam di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau. Foto HMS Basarnas Kota Palangka Raya
PULANG PISAU/TABENGAN.CO.ID- Seorang pemuda warga asal Kelurahan Kalampangan dilaporkan menghilang usai tenggelam Di Aliran Sungai Kahayan tepatnya di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, pada Senin sore (18/3/2026) sekitar pukul 15:45 WIB.
Berdasarkan informasi yang didapat, korban diketahui bernama Ahmad Siddik Suriatna (21) warga Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya. Saat itu korban yang tidak bisa berenang tengah bekerja di satu tambang tradisional di sekitaran Desa Tumbang Nusa, korban dikabarkan tenggelam usai terjatuh dari lanting (dermaga apung).
Warga setempat bersama dengan pihak keluarga korban sudah berupaya untuk melakukan pencarian secara mandiri saat korban dinyatakan menghilang. Namun, usaha tersebut tak kunjung membuahkan hasil.
Pihak keluarga kemudian melaporkan peristiwa naas itu ke Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) kota Palangka Raya, dan aparat kepolisian setempat guna upaya pencarian terhadap korban.
Kepala Kantor SAR Palangka Raya, AA Ketut Alit Supartana, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya seorang warga yang di kabarkan tenggelam, pihaknya langsung merespon cepat dengan menerjunkan satu tim rescue ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian terhadap korban.
”Setelah mendapatkan informasi kami langsung kerahkan satu tim rescue dengan menggunakan rescue car, Rubber Boat, peralatan pencarian di air guna melakukan pencarian,” kata Alit.
Sementara itu, Koordinator Lapangan Basarnas, Antonius menjelaskan kondisi cuaca di lokasi dilaporkan dalam kondisi cerah berawan, kondisi itu dapat mendukung kelancaran proses penyisiran di sepanjang aliran Sungai Kahayan. Hingga saat ini, Tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya maksimal di lapangan untuk mencari keberadaan korban.
”Tim sudah melaksanakan penyisiran dengan radius jarak 5 km, untuk kondisi cuaca di lapangan berawan, jumlah tim SAR yang terlibat berjumlah lima unsur, untuk pencarian hari pertama ini pencarian masih nihil, dan pencarian akan dilanjutkan saat esok hari,” ujar Antonius.
Operasi SAR kali ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur, diantaranya personil dari Koramil Kahayan Hilir, Polsek Jabiren Raya, BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Perangkat Desa Tumbang Nusa, serta dibantu oleh keluarga korban dan masyarakat setempat. mak/red-fwa











