-
Spirit Kalteng

PREDIKSI BMKG-Awal Kemarau 2026 Kalteng Akhir Mei, Puncaknya Juli–Agustus

412
×

PREDIKSI BMKG-Awal Kemarau 2026 Kalteng Akhir Mei, Puncaknya Juli–Agustus

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI. FOTO HUMAS BPBD
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya memprakirakan awal musim kemarau tahun 2026 di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng).

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Ika Priti, menjelaskan bahwa awal musim kemarau di Kalteng tidak terjadi secara serentak, melainkan berlangsung secara bertahap di sejumlah wilayah.

“Awal musim kemarau diprediksi mulai terjadi pada akhir Mei hingga akhir Juni 2026 dan masuk secara bertahap, dimulai dari wilayah selatan,” ujarnya.

Menurutnya, wilayah yang lebih dahulu memasuki musim kemarau meliputi bagian Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, dan Katingan. Selanjutnya, kondisi kemarau akan bergerak ke wilayah bagian tengah hingga utara Kalteng.

Sementara itu, beberapa wilayah diprakirakan mengalami awal musim kemarau paling akhir, yakni di bagian Kabupaten Sukamara, Kotawaringin Barat, Seruyan, dan Kotawaringin Timur.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa puncak musim kemarau di Kalteng akan terjadi pada periode Juli hingga Agustus 2026.

“Puncak musim kemarau terjadi pada akhir bukan Juli hingga Agustus. Pada fase ini, curah hujan umumnya berada pada kategori rendah, disertai peningkatan suhu udara yang berpotensi memicu kondisi kekeringan di sejumlah wilayah,” katanya.

Kondisi tersebut turut meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang selama ini menjadi ancaman rutin di Kalteng saat musim kemarau.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dini yang dinilai menjadi kunci dalam mengantisipasi dampak yang lebih luas.

“Memasuki periode puncak kemarau, potensi munculnya titik panas akan meningkat. Untuk itu, kami mengimbau seluruh pihak agar tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan serta meningkatkan upaya pencegahan sejak dini,” pungkasnya. dte/red

 

 

-
-
-