PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Agustiar Sabran memastikan, ketersediaan beras di wilayahnya aman hingga satu tahun ke depan. Kepastian ini disampaikan di tengah potensi gejolak harga akibat kenaikan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berimbas pada ongkos distribusi barang.
Pernyataan tersebut disampaikan usai peninjauan langsung ke gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) di Jalan Tjilik Riwut Km 3, Palangka Raya, Selasa (21/4/2026).
“Untuk ketersediaan pangan kita, khususnya beras, akan aman saja selama setahun. Kami sidak ke gudang Bulog ini untuk memastikan stok beras mencukupi,” ujar Agustiar.
Ia menjelaskan, pemerintah provinsi saat ini meningkatkan intensitas pemantauan terhadap bahan pokok penting, terutama setelah adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi. Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi lonjakan harga di pasar.
“Makanya kami ingin memastikan ketersediaan pangan, salah satunya di Bulog. Bulog ini kan bagian penting dalam gerakan pengendalian harga,” jelasnya.
Sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga, Pemprov Kalteng juga menggandeng Bulog dalam menjalankan program intervensi pasar. Program tersebut meliputi pasar murah dan pasar penyeimbang yang akan menjual berbagai komoditas sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami juga ada kerja sama dengan Bulog untuk mengadakan pasar penyeimbang, pangan murah. Nantinya yang dijual di pangan murah itu bermacam-macam, sesuai dengan komoditas apa yang mengalami inflasi,” tambahnya.
Menurut Agustiar, pasar murah dan pasar penyeimbang merupakan bentuk intervensi langsung pemerintah untuk menekan kenaikan harga, mengendalikan inflasi, serta menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan atau saat terjadi kelangkaan barang.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar tidak terdampak lonjakan harga.
“Ada bantuan pangan dari Pak Presiden, lalu bantuan pangan dari Pak Gubernur. Ini dilakukan untuk memastikan masyarakat menengah ke bawah tidak terdampak kenaikan harga,” ujarnya.
Meski berbagai langkah telah disiapkan, Agustiar mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying karena dapat memicu kelangkaan dan kenaikan harga.
“Silakan berbelanja sesuai porsinya, tidak perlu khawatir dengan kenaikan harga. Pemerintah kami pastikan hadir untuk membantu masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kalteng Linae Victoria Aden menegaskan, pengendalian inflasi daerah menjadi prioritas utama di tengah kondisi tersebut.
“Maka dari itu kami akan memperkuat monitoring harga, sidak pasar, serta intervensi apabila terjadi lonjakan. Selain itu, perlindungan masyarakat diperkuat melalui bantuan sosial, operasi pasar, dan layanan pengaduan,” ujarnya.
Di sisi lain, pihak Pertamina disebut telah melakukan langkah antisipatif, seperti penguatan stok, pemantauan distribusi secara real time, dan optimalisasi logistik. Namun, Linae menekankan pentingnya sinergi lintas pihak di daerah.
“Untuk memastikan kelancaran itu, kita perlu terus melakukan koordinasi intensif dengan Pertamina dan seluruh pemangku kepentingan. Langkah penertiban serta penegakan hukum terhadap penimbunan dan kecurangan juga perlu dilakukan secara tegas,” pungkasnya.ldw/ded-red





