Spirit Kalteng

Pemkab Kotim Gelar Bimtek dan Helpdesk Transaksi Digital bagi Pelaku Usaha Lokal

86
×

Pemkab Kotim Gelar Bimtek dan Helpdesk Transaksi Digital bagi Pelaku Usaha Lokal

Sebarkan artikel ini
Pemkab Kotim Gelar Bimtek dan Helpdesk Transaksi Digital bagi Pelaku Usaha Lokal

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Helpdesk Tata Cara Transaksi bagi penyedia usaha lokal melalui toko daring Mbizmarket, Selasa (21/4/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Anggrek Tewu, Gedung A Lantai II Sekretariat Daerah Kabupaten Kotim.

Bimtek dan helpdesk ini diikuti oleh pelaku usaha lokal dari berbagai bidang. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi lengkap mulai dari pengenalan fitur platform Mbizmarket, proses pendaftaran dan verifikasi penyedia, pengunggahan katalog produk, tata cara menerima pesanan, hingga mekanisme transaksi dan penyelesaian pembayaran.

Selain penyampaian materi, peserta juga memperoleh pendampingan langsung melalui layanan helpdesk. Pendampingan ini bertujuan agar para penyedia dapat memahami dan mempraktikkan proses transaksi secara mandiri melalui platform digital tersebut.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari komitmen kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dengan PT Brilliant Ecommerce Berjaya (Mbizmarket) yang telah terjalin sejak November 2025.

Kepala Bagian Pengadaan Barang Jasa Setda Kotim, Rifarna Montazriani, ST., M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem pengadaan berbasis digital sekaligus meningkatkan peran pelaku usaha lokal.

“Melalui kegiatan Bimtek dan Helpdesk ini, kami bertujuan meningkatkan kapasitas penyedia usaha lokal agar mampu bertransaksi secara optimal melalui toko daring Mbizmarket. Dengan demikian, pelaku usaha daerah dapat lebih mudah mengakses peluang pengadaan pemerintah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujarnya.

Ia menambahkan, target dari kegiatan ini adalah meningkatnya jumlah penyedia lokal yang aktif di platform, bertambahnya katalog produk lokal, serta meningkatnya realisasi transaksi belanja pemerintah kepada pelaku usaha daerah.

“Kami menargetkan semakin banyak penyedia lokal yang terdaftar dan aktif bertransaksi, sehingga belanja pemerintah dapat lebih banyak diserap oleh pelaku usaha lokal. Hal ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pengadaan yang inklusif, transparan, serta memberikan dampak langsung terhadap penguatan ekonomi lokal,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap pelaku usaha lokal dapat memahami alur transaksi secara menyeluruh dan memanfaatkan platform toko daring sebagai sarana pemasaran produk kepada perangkat daerah. Dengan demikian, proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintah diharapkan menjadi lebih cepat, efisien, dan akuntabel. may/jsi-red