PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya (Pilrek UPR) Periode 2026-2030 resmi memasuki tahapan krusial seiring dengan dibukanya pendaftaran bakal calon (Balon) Rektor mulai tanggal 12 hingga 26 Mei 2026. Momentum ini dinilai menjadi titik balik krusial bagi masa depan institusi pendidikan tinggi tertua di Kalimantan Tengah (Kalteng) tersebut.
Menyikapi hal ini, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPR menyatakan sikap tegas untuk mengawal seluruh proses suksesi kepemimpinan di kampus berjuluk “Bumi Pancasila” tersebut.
Wakil Presiden Mahasiswa UPR Doni Miseri Cordias Domini menegaskan, UPR memiliki tanggung jawab besar sebagai rumah intelektual bagi generasi penerus di Kalteng. Oleh karena itu, sosok yang akan memimpin UPR ke depan haruslah figur yang membawa visi transformasi, bukan sekadar menjaga status quo.
”Siapa pun yang terpilih sebagai Rektor, kami berharap ia hadir bukan untuk melanjutkan kebiasaan lama, tetapi untuk memimpin transformasi yang sesungguhnya,” ujar Doni kepada Tabengan, Kamis (14/5/2026).
Pihak mahasiswa menuntut agar proses seleksi dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai meritokrasi. BEM UPR menekankan bahwa indikator utama kepemimpinan harus didasarkan pada kompetensi dan kemampuan diplomasi strategis, bukan faktor kedekatan atau senioritas semata.
”Kami menuntut kepemimpinan yang dibangun di atas meritokrasi dan kompetensi. Pemimpin yang mampu membuka kolaborasi nasional maupun internasional, serta menempatkan UPR sebagai institusi yang diperhitungkan, bukan sekadar ada,” tegasnya lagi.
Doni juga menambahkan, mahasiswa tidak ingin hanya dipandang sebagai objek kebijakan. Ia memastikan bahwa mahasiswa siap menjadi mitra strategis sekaligus pengawal kebijakan Rektor terpilih nantinya.
”Kami adalah mitra perubahan. Kami siap mendukung setiap langkah progresif dan siap mengawal setiap janji yang diucapkan kepada siapapun yang dipercaya memimpin UPR nantinya,” ucap Doni.
Meskipun pendaftaran baru saja dibuka, dinamika di internal kampus mulai menghangat. Saat ini, terdapat tiga nama akademisi senior yang santer dikabarkan akan mendaftarkan diri sebagai Balon Rektor.
Ketiga nama tersebut adalah Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPR Prof Bhayu Rhama, Dekan Fakultas Hukum (FH) UPR Dr Thee Farina Embang, serta akademisi senior Dr Tari Budayanti Usop.
Pendaftaran Balon Rektor ini akan terus berlangsung hingga 26 Mei mendatang. Panitia pemilihan diharapkan dapat bekerja secara transparan agar menghasilkan pemimpin yang kredibel bagi kemajuan UPR empat tahun ke depan. rmp/rca-ded











