-
Ekobis

Stok Beras Bulog Kalteng Aman hingga Akhir Tahun, Siap Antisipasi Kenaikan Harga Jelang Iduladha

181
×

Stok Beras Bulog Kalteng Aman hingga Akhir Tahun, Siap Antisipasi Kenaikan Harga Jelang Iduladha

Sebarkan artikel ini
oplus_0
-

Foto : Pemimpin Wilayah Bulog Kalteng, Erwin Budiana, saat memantau stok beras di Gudang Bulog KM 7, Kamis (21/5). FOTO TABENGAN/LIDIA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID— Perum Bulog Wilayah Kalimantan Tengah memastikan ketersediaan stok beras di wilayahnya dalam kondisi aman hingga akhir tahun 2026. Saat ini, total stok beras yang tersedia mencapai 18 ribu ton dan dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan penyaluran bantuan pangan maupun program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Pemimpin Wilayah Bulog Kalteng, Erwin Budiana, mengatakan dari total stok yang ada, kewajiban penyaluran hingga akhir tahun diperkirakan hanya sekitar 9 ribu ton.

“Kalau dibandingkan dengan kebutuhan penyaluran, untuk bantuan pangan total itu 4.100 ton. Sampai sekarang sudah tersalurkan 2.000 ton, berarti sisanya tinggal 2.100 ton,” ujarnya, di Palangka Raya, Kamis (21/5).

Selain bantuan pangan, Bulog Kalteng juga mendapat penugasan menyalurkan beras SPHP sebanyak 8.500 ton. Hingga saat ini, realisasi penyaluran telah mencapai sekitar 1.900 ton.

“Untuk SPHP kita ditugaskan menyalurkan 8.500 ton, sudah tersalurkan sekitar 1.900 ton. Berarti masih ada sekitar 6.500 ton lagi,” katanya.

Dengan demikian, total sisa penyaluran bantuan pangan dan SPHP diperkirakan hanya sekitar 8 ribu hingga 9 ribu ton. Sementara stok yang tersedia saat ini mencapai 18 ribu ton.

“Dibandingkan dengan stok yang ada sekarang, berarti sampai akhir tahun kita masih ada sisa sekitar 9 ribuan ton. Itu akan sangat aman sampai akhir tahun,” tegas Erwin.

Ia menambahkan, jumlah stok tersebut belum termasuk tambahan dari penyerapan gabah dan beras petani yang masih terus berjalan. Saat ini, realisasi penyerapan baru mencapai sekitar 45 persen dari target tahunan sebesar 15.800 ton.

“Penyerapan kita masih 45 persen dari target 15.800 ton. Sekarang baru sekitar 7.000 ton. Jadi masih ada kemungkinan penambahan sekitar 8.000 ton lagi,” jelasnya.

Menurut Erwin, rata-rata penyaluran beras Bulog di seluruh wilayah Kalimantan Tengah berada di angka sekitar 1.654 ton per bulan. Dengan sisa waktu sekitar enam bulan hingga akhir tahun, stok yang ada dinilai sangat mencukupi.

“Kalau rata-rata penyaluran per bulan sekitar 1.600 ton, berarti kebutuhan sampai akhir tahun sekitar 6.000 sampai 7.000 ton lagi. Jadi stok sangat aman,” ucapnya.

Erwin juga memastikan sebagian besar stok beras yang tersimpan saat ini berasal dari hasil serapan petani lokal di Kalimantan Tengah, khususnya dari wilayah Pulang Pisau dan Kapuas.

“Ini dari Pulang Pisau semua. Karena kami yang terdekat dari Pulang Pisau dan Kapuas. Untuk hasil panen di Kapuas diserap oleh kantor cabang Kapuas,” katanya.

Menjelang Hari Raya Iduladha, Bulog Kalteng memastikan terus melakukan intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga beras dan kebutuhan pokok lainnya.

“Dalam rangka Hari Raya Iduladha, antisipasi kenaikan harga insya Allah secara stok aman. Kami terus menggelontorkan beras SPHP. Bantuan pangan juga masih terus berjalan sampai Mei ini. Minyak juga tetap kami siapkan,” pungkasnya.ldw/ded-red

-
-
-