PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya memprediksi sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) masih berpotensi mengalami hujan dalam sepekan ke depan.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Renianata, menyampaikan bahwa secara umum kondisi cuaca di Kalteng diperkirakan berawan hingga hujan ringan. Namun demikian, masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi di sejumlah wilayah.
“Untuk wilayah Kota Palangka Raya dalam seminggu ke depan masih terdapat potensi hujan ringan hingga sedang. Namun tetap perlu diwaspadai adanya hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat berdurasi singkat yang dapat disertai petir atau kilat, angin kencang, hingga angin puting beliung,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (29/5/2026).
BMKG mencatat suhu udara di wilayah Kalteng selama beberapa hari ke depan berkisar antara 23 °C hingga 34°C. Sementara itu, tingkat kelembaban udara diperkirakan berada pada kisaran 55% hingga 100%.
Adapun arah angin umumnya bertiup dari Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan berkisar antara 5-20 km/jam.
Selain Kota Palangka Raya, sejumlah wilayah lain di Kalimantan Tengah juga diprediksi berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, serta wilayah utara Kabupaten Kapuas.
Lebih lanjut ia menjelaskan, kondisi cuaca di Kalteng saat ini dipengaruhi beberapa faktor atmosfer. Salah satunya adalah aktifnya Gelombang Rossby Ekuatorial yang terpantau secara spasial di wilayah Kalteng bagian utara.
Selain itu, terdapat pula daerah belokan angin dan perlambatan kecepatan angin atau konvergensi yang terpantau di sejumlah wilayah Kalteng. Kondisi tersebut dinilai mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan.
“Didukung kelembaban udara yang cukup basah serta labilitas atmosfer lokal yang cukup kuat, kondisi ini mendukung proses konvektif pada skala lokal sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Kalimantan Tengah,” jelasnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya hujan lokal berdurasi singkat yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.
Ia juga meminta agar masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG agar dapat mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
“Masyarakat diharapkan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti genangan air, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang,” pungkasnya. dte











