-
Spirit Kalteng

​8 Calon Rektor UPR Jalani Pemeriksaan Administrasi Dan Verifikasi Dokumen

391
×

​8 Calon Rektor UPR Jalani Pemeriksaan Administrasi Dan Verifikasi Dokumen

Sebarkan artikel ini
Universitas Palangka Raya. FOTO DOKUMEN
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Palangka Raya (UPR) memastikan tidak ada perpanjangan masa pendaftaran untuk posisi bakal calon rektor periode 2026-2030. Keputusan ini diambil setelah jumlah pendaftar resmi mencapai delapan orang hingga hari terakhir pendaftaran pada Selasa (26/5/2026).
​Ketua Panitia Pilrek UPR, Prof. Joni Bungai, menyatakan bahwa seluruh tahapan pendaftaran telah selesai sesuai jadwal. Proses berikutnya akan langsung beralih ke tahap pemeriksaan administrasi dan verifikasi dokumen.
​”Pemeriksaan dan verifikasi dokumen oleh panitia dijadwalkan berlangsung pada 2 Juni mendatang,” ujar Prof. Joni Bungai.
​Delapan bakal calon rektor yang telah resmi mendaftar tersebut berasal dari berbagai fakultas di lingkungan UPR. Masing-masing kandidat membawa optimisme, visi strategis, serta komitmen kuat untuk membawa kampus terbesar di Kalimantan Tengah ini ke arah yang lebih maju.
​Berikut adalah profil singkat dan gagasan yang diusung oleh para bakal calon rektor UPR:
1. ​Prof. Uras Tantulo
Mendorong UPR untuk berani melakukan lompatan besar agar tidak tertinggal dari perguruan tinggi lain, baik di tingkat nasional maupun internasional. “Kalau kita berjalan biasa-biasa saja, kita akan tertinggal. UPR harus melompat dari universitas kelas biasa menjadi universitas unggul yang berdampak,” tegasnya.
2. ​Prof. Bhayu Rhama
Berharap kontestasi tahun ini berjalan kompetitif guna menunjukkan kepada masyarakat Kalimantan Tengah bahwa UPR kaya akan SDM berkualitas tinggi. Ia telah menyiapkan gagasan strategis untuk memperkuat kualitas akademik, riset, dan kontribusi nyata bagi daerah agar UPR lebih kompetitif secara global.
3. ​Dr. Tari Budayanti Usop
Memiliki visi untuk mengembangkan UPR menjadi pusat pengetahuan ekologi yang berkelanjutan. Ia menegaskan kesiapannya untuk mengabdi dan berkarya dengan memegang teguh semangat serta jiwa integritas.
4. ​Prof. Liswara Neneng
Menyatakan optimisme tinggi dapat bersaing sehat dalam bursa pemilihan kali ini. Mengandalkan persiapan yang matang dan nilai kompetitif yang kuat, ia juga telah merancang empat program unggulan yang akan menjadi fokus utama pengembangan kampus.
5. ​Dr. Deddy NSP Tanggara
Menegaskan bahwa keikutsertaannya bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan bentuk tanggung jawab moral. “Bagi saya maju di pilrek ini bukan soal menang atau kalahnya, tapi tentang kesadaran bahwa UPR memiliki cukup alternatif pilihan calon pemimpin yang lahir dari rahim internalnya,” ujarnya.
6. ​Natalina Asi, M.A.
Menyoroti pentingnya perguruan tinggi beradaptasi dengan perkembangan zaman agar lulusannya siap kerja. Ia menekankan bahwa kemajuan kampus memerlukan sinergi menyeluruh, mulai dari pimpinan, dosen, hingga tenaga kependidikan.
7. ​Dr. Thea Farina
Membawa semangat inklusivitas, ia ingin membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan halangan untuk memimpin. “UPR ini luas dan saya ingin membuktikan bahwa disabilitas seperti saya atau orang muda seperti saya itu bisa maju,” tuturnya, membawa misi kampus yang inklusif dan berdampak.
8. ​Dr. dr. Natalia Sri Martani, M.Si.
Menyatakan bahwa pencalonannya didasari oleh keinginan berkontribusi nyata serta membawa keterwakilan dari Fakultas Kedokteran (FK). Ia menegaskan fokus utamanya saat ini adalah bersama-sama menyukseskan jalannya agenda Pilrek UPR 2026–2030.
​Dengan karakteristik dan latar belakang kandidat yang sangat beragam, Pilrek UPR periode ini diprediksi akan menjadi panggung adu gagasan yang dinamis demi masa depan universitas.rmp/rca-red

-
-
-