PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Di tengah suasana hijau kawasan Banturung, Kota Palangka Raya, hadir sebuah destinasi wisata yang belakangan semakin populer di kalangan wisatawan lokal maupun luar daerah, yakni Matan Andau.
Berlokasi di Jalan Nusa Tangkiling, tempat wisata ini menawarkan pengalaman berlibur yang memadukan ketenangan alam, spot foto estetik, hingga fasilitas penginapan bernuansa modern.
Dengan jarak tempuh sekitar 33 kilometer dari pusat Kota Palangka Raya, lokasi ini dapat diakses menggunakan kendaraan darat. Harga tiket masuk pun relatif terjangkau, yakni Rp20 ribu per orang, dengan jam operasional setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB.
General Manager Matan Andau, Lukman, menjelaskan, nama “Matan Andau” sendiri berasal dari bahasa Dayak Ngaju yang berarti “matahari”. Filosofi tersebut dipilih sebagai simbol harapan agar destinasi ini dapat terus bersinar dan memberi manfaat bagi banyak orang, sebagaimana matahari yang menerangi kehidupan.
Berawal dari hobi traveling sang owner, Matan Andau kemudian dikembangkan menjadi kawasan wisata dengan konsep “refresh and recharge”.
Konsep ini lahir da/TAbenganri keinginan menghadirkan ruang berlibur yang nyaman bagi masyarakat Palangka Raya dan sekitarnya, baik untuk bersantai bersama keluarga, menikmati waktu bersama orang terkasih, maupun sekadar melepas penat dari rutinitas perkotaan.
Sesampainya di lokasi, pengunjung akan langsung disambut suasana asri khas kawasan pinggiran kota yang jauh dari hiruk-pikuk.
Salah satu daya tarik utama Matan Andau adalah beragam spot foto instagramable yang tersebar di berbagai sudut kawasan wisata. Di antara yang paling mencuri perhatian ialah huma tabalik atau rumah terbalik, spot unik yang kerap menjadi favorit pengunjung untuk berfoto.
Keindahan tempat ini semakin terasa ketika malam hari tiba. Lampu-lampu dekoratif yang menghiasi area wisata menciptakan suasana hangat dan romantis, membuat setiap sudut tampak lebih menarik untuk diabadikan dalam kamera.
Tak hanya menghadirkan spot foto menarik, Matan Andau juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang wisata. Mulai dari area glamping yang kini digemari kalangan muda, gazebo untuk bersantai, taman bermain anak, hingga resto yang menyediakan beragam pilihan menu bagi pengunjung.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana lebih lama, tersedia pula resort dengan nuansa tenang dan nyaman di tengah alam. Harga penginapan ditawarkan mulai dari Rp375 ribu untuk kapasitas tiga orang hingga Rp500 ribu untuk kapasitas enam orang, menjadikannya pilihan menarik untuk staycation bersama keluarga ataupun sahabat.
Selain itu, terdapat aula serbaguna yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seperti gathering, acara keluarga, hingga pertemuan komunitas.
Lukman mengungkapkan bahwa mayoritas pengunjung berasal dari Palangka Raya, namun tidak sedikit pula wisatawan yang datang dari berbagai daerah lain seperti Kasongan, Gunung Mas, Sampit, Barito Selatan, Barito Timur, hingga Banjarmasin.
“Berdasarkan data yang kami punya, sekitar 70 persen pengunjung berasal dari Palangka Raya, sedangkan 30 persen lainnya dari luar daerah,” jelasnya, Jumat (29/5).
Pada akhir pekan maupun musim libur panjang, jumlah kunjungan bisa mencapai sekitar 100 wisatawan per hari. Puncak kunjungan biasanya terjadi pada pertengahan hingga akhir masa liburan.
Popularitas Matan Andau juga mendapat perhatian dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah yang menjadikannya sebagai salah satu rekomendasi destinasi wisata keluarga di daerah Kota Cantik.
Ke depan, pengelola berharap Matan Andau dapat terus berkembang menjadi destinasi wisata unggulan Kalimantan Tengah yang tidak hanya dikenal masyarakat lokal, tetapi juga mampu menarik wisatawan nasional hingga mancanegara.
Bagi siapa pun yang ingin menikmati suasana liburan yang tenang, estetik, dan penuh pengalaman menarik di tengah alam, Matan Andau menjadi destinasi yang layak masuk dalam daftar kunjungan saat berada di Palangka Raya. (nws)











