PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Personel Polsek Pahandut bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait seorang pria yang diduga mengalami gangguan kejiwaan dan mengamuk di sebuah bengkel las di Jalan Wardi Ambung V, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Jumat (5/6/2026) siang.
Kapolsek Pahandut, AKP Iyudi Hartanto, menjelaskan bahwa pihaknya segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga yang merasa resah atas perilaku pria tersebut.
Pria berinisial RY (43), warga Kabupaten Gunung Mas, diketahui telah berada di area bengkel las tersebut selama kurang lebih empat hari terakhir. Menurut informasi yang dihimpun petugas, RY sebelumnya berprofesi sebagai sopir tronton dan kerap singgah di bengkel tersebut.
“Yang bersangkutan dulunya merupakan sopir tronton yang sering singgah di bengkel itu. Namun, belakangan ini ia kerap mengamuk dan mengganggu aktivitas para pekerja sehingga menimbulkan keresahan serta dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan warga sekitar,” ujar AKP Iyudi.
Setelah berada di lokasi, petugas berupaya melakukan pendekatan secara persuasif sekaligus berkoordinasi dengan pihak keluarga yang berada di Kabupaten Gunung Mas untuk memastikan kondisi yang bersangkutan serta menyampaikan informasi terkait kejadian tersebut.
Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Polsek Pahandut juga menjalin koordinasi dengan sejumlah instansi terkait, di antaranya Babinsa, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palangka Raya, aparatur Kelurahan Bukit Tunggal, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Kayon.
Berkat kerja sama lintas instansi tersebut, pria yang diduga mengalami gangguan kejiwaan itu akhirnya berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti. Selanjutnya, RY dievakuasi secara humanis ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei untuk mendapatkan pemeriksaan medis dan penanganan lebih lanjut.
Kapolsek menegaskan bahwa langkah yang dilakukan merupakan bentuk respons cepat kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus memastikan warga yang mengalami gangguan kejiwaan mendapatkan penanganan yang sesuai.
“Penanganan dilakukan secara humanis dengan mengedepankan keselamatan semua pihak. Kami juga berterima kasih kepada masyarakat yang telah melaporkan kejadian tersebut sehingga dapat segera ditangani,” tutupnya. mak/fwa-red











