-
DPRD PROV. KALTENG

KOPDES BERDIRI, RETAIL MODERN DITUTUP-H Sugiyarto: Dampak Sosial Ekonomi Perlu Dicermati

220
×

KOPDES BERDIRI, RETAIL MODERN DITUTUP-H Sugiyarto: Dampak Sosial Ekonomi Perlu Dicermati

Sebarkan artikel ini
H Sugiyarto
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) H Sugiyarto meminta pemerintah mengkaji secara cermat, apabila terdapat wacana penghentian atau pembatasan ekspansi minimarket, menyusul pembentukan program Koperasi Desa Merah Putih yang belakangan ini menjadi perbincangan publik.

Menurutnya, keberadaan koperasi desa seharusnya memperkuat ekonomi masyarakat, tanpa mengganggu usaha yang telah lebih dahulu beroperasi, dan menyerap banyak tenaga kerja.

Ketua Komisi III DPRD Kalteng ini menilai, apabila kebijakan yang ditempuh hanya berupa penutupan gerai minimarket, maka dampaknya terhadap perekonomian daerah perlu menjadi perhatian serius.

“Mestinya harus ada solusi. Kalau hanya penutupan, Indomaret dan Alfamart kan diizinkan oleh pemerintah daerah. Kalau hanya ditutup, karyawan dan sebagainya seperti apa, yang tentu akan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat juga,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih tidak seharusnya diposisikan sebagai pesaing bagi pelaku usaha yang sudah ada.

Menurutnya, tujuan utama koperasi tersebut adalah memperkuat perputaran ekonomi masyarakat ditingkat desa.

“Kalau menurut saya tidak pas. Berdirinya Koperasi Desa Merah Putih untuk memperkuat ekonomi masyarakat, dan tidak mengganggu yang sudah ada di masyarakat. Kalau ini sudah ada kemudian ditutup, itu perlu dicermati apabila memang benar akan dilakukan,” katanya.

Dirinya juga mengingatkan, minimarket modern selama ini telah menyerap banyak tenaga kerja. Karena itu, setiap kebijakan yang berpotensi memengaruhi operasional usaha tersebut, harus mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan.

“Di situ banyak tenaga kerja terserap. Sehingga kalau memang harus ditutup, perlu ditinjau kembali,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, konsep Koperasi Desa Merah Putih semestinya diarahkan sebagai pusat distribusi barang, yang dapat memperpendek rantai pasok, dan membantu pelaku usaha kecil memperoleh harga yang lebih kompetitif.

“Tujuan gerai Koperasi Desa Merah Putih lebih kepada mempercepat perputaran roda ekonomi, artinya tidak lewat sana-sini. Gerai itu harus menyediakan semacam distributor, sehingga harga ke retail juga sudah harga pasaran,” ujarnya.

Menurutnya, apabila koperasi berfungsi sebagai distributor, maka keberadaannya justru dapat mendukung berbagai pelaku usaha, termasuk toko-toko kecil maupun jaringan minimarket modern.

“Kalau dianggap pesaing, ya mestinya bukan pesaing. Kalau bentuknya distributor, bukan pesaing. Toko-toko kecil bisa mengambil barang dari situ. Kalau perlu, Indomaret dan Alfamart juga mengambil dari situ. Dulu kan (rencana) seperti itu,” katanya.

Terkait adanya wacana penutupan gerai minimarket karena kehadiran Koperasi Desa Merah Putih, Sugiyarto mengaku, belum memperoleh informasi resmi.

Namun ia menegaskan, apabila wacana tersebut benar ada, maka perlu dilakukan kajian mendalam sebelum diambil keputusan.

“Kalau ada wacana penutupan gerai Alfamart dan Indomaret karena kehadiran Koperasi Desa Merah Putih, saya belum dengar. Tapi kalau ada, harus dikaji,” pungkasnya.jef/ded-red

-
-
-