PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax yang diberlakukan PT Pertamina Patra Niaga di seluruh Indonesia memunculkan berbagai respons dari masyarakat, termasuk di Kalimantan Tengah (Kalteng). Selain dikhawatirkan mendorong konsumen beralih ke BBM bersubsidi, kebijakan tersebut juga menimbulkan pertanyaan terkait kesiapan pasokan BBM di daerah.
Berdasarkan data resmi penyesuaian harga jual bahan bakar khusus (BBK) di SPBU wilayah Kalteng, harga Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan sebesar Rp4.050 per liter sehingga kini dijual seharga Rp16.650 per liter.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran sebagian masyarakat bahwa kenaikan harga Pertamax dapat menyebabkan peningkatan konsumsi Pertalite di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang. Seiring dengan itu, muncul pula pertanyaan mengenai kecukupan stok BBM di Kalteng apabila terjadi pergeseran pola konsumsi masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Sales Area Manager Retail Kalteng PT Pertamina Patra Niaga, Donny Prasetya, memastikan ketersediaan BBM di wilayah Kalteng dalam kondisi aman.
Menurut Donny, Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen menjaga ketersediaan pasokan sekaligus kualitas produk BBM bagi masyarakat, termasuk di Kalteng.
“Stok kami pastikan aman dan kami memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” ujar Donny kepada Tabengan, Kamis (11/6/2026).
Ia menegaskan, Pertamina telah menyiapkan distribusi dan pengelolaan stok secara optimal guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi meskipun terjadi perubahan harga pada beberapa produk BBM non-subsidi.
Sementara itu, sejumlah produk BBM non-subsidi lainnya tidak mengalami perubahan harga. Pertamax Turbo tetap dijual dengan harga Rp21.200 per liter. Untuk produk diesel non-subsidi, Dexlite bertahan di harga Rp23.500 per liter, sedangkan Pertamina Dex tetap Rp25.350 per liter.
Di sisi lain, Pertamina juga memastikan seluruh produk BBM bersubsidi tidak mengalami penyesuaian harga. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar bersubsidi tetap Rp6.800 per liter.
Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan penyaluran BBM bersubsidi kepada masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku serta memastikan distribusi berjalan lancar di seluruh wilayah Kalteng.
Selain itu, perusahaan menjamin pasokan BBM di seluruh jaringan SPBU di Kalteng tetap tersedia dan dalam kondisi aman. Masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai harga BBM terbaru dapat mengakses situs resmi Pertamina, aplikasi MyPertamina, maupun menghubungi Pertamina Contact Center 135.rmp/rca-red











