PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Yohanes Freddy Ering, menegaskan Bank Kalteng sebagai bank kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah atau bank uluh itah, keberadaan dan kemajuan memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Freedy Ering mengungkapkan, berdasarkan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Kalteng bersama jajaran Pemerintah Provinsi serta Direksi Bank Kalteng pada Kamis, (18/6)
“Sebagai bank uluh itah maka sudah seharusnya perkembangan Bank Kalteng menjadi konsen DPRD. Dan sejauh ini kita sangat bersyukur Bank Kalteng sudah on the track, baik dari aspek pelayanan, pengembangan dan perluasan jaringan, maupun kesehatan bank itu sendiri,” ujar Yohanes.
Ia menambahkan, Bank Kalteng saat ini telah memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dengan masuk kategori BUKU II serta memiliki modal sebesar Rp3,7 triliun.
“Kondisi ini penting karena menunjukkan kemampuan Bank Kalteng dalam memperkuat permodalan sekaligus menghindari potensi degradasi status usaha perbankan,” jelasnya
Terkait hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Freedy menerangkan para pemegang saham telah menyepakati pembagian dividen sebesar 50 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp368,5 miliar.
Sementara 50 persen sisanya dialokasikan sebagai cadangan untuk memperkuat struktur permodalan bank. “Kami di Komisi I DPRD Kalteng pada prinsipnya dapat memahami keputusan tersebut dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian nasional yang turut memengaruhi kapasitas fiskal pemerintah daerah sebagai pemegang saham,” tandasnya jef/ded-red











