PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Upaya pencarian terhadap dua anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang hilang saat operasi penindakan kasus narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, masih terus dilakukan.
Hingga Jumat (3/7/2027), tim gabungan masih menyisir sejumlah titik di sekitar lokasi kejadian, terutama di sepanjang aliran sungai yang diduga menjadi lokasi hilangnya kedua personel.
Pencarian melibatkan personel Polres Katingan yang diperkuat jajaran Polda Kalimantan Tengah. Selain menyusuri bantaran sungai, petugas juga melakukan penyisiran di kawasan sekitar tempat kejadian guna memastikan tidak ada titik yang terlewat dalam proses pencarian.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono menyampaikan bahwa operasi pencarian telah berlangsung sejak sehari sebelumnya dan masih terus dilakukan karena kedua anggotanya belum ditemukan.
“Saat ini masih proses pencarian di Sungai Desa Tumbang Kalemei. Pencarian mulai dari kemarin hingga saat ini dan keduanya masih belum ditemukan,” ujar Kapolres.
Untuk mempercepat proses pencarian sekaligus menjaga situasi keamanan, Polda Kalimantan Tengah mengerahkan sekitar 100 personel gabungan dari Satuan Brimob dan Direktorat Reserse Kriminal Umum.
Personel tersebut bertugas membantu penyisiran lokasi, mengamankan area operasi, serta mendukung langkah kepolisian dalam mengusut peristiwa penyerangan yang terjadi saat penggerebekan.
Menurut Dodik, dukungan personel dari Polda sangat membantu kelancaran operasi di lapangan, mengingat kondisi medan yang cukup menantang.
“Kami di-back up dari Polda Kalteng. Bantuan personel dari Polda Kalimantan Tengah ini bertujuan melakukan penyisiran, mengamankan lokasi, dan memback up pencarian anggota kami yang sampai saat ini belum ditemukan,” katanya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, bantuan juga datang dari Mabes Polri. Personel Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri diterjunkan untuk memperkuat pencarian sekaligus mendukung penanganan kasus yang menewaskan seorang anggota kepolisian tersebut.
Meski operasi terus berlangsung, kepolisian belum menyampaikan perkembangan terbaru terkait hasil pencarian maupun jumlah pihak yang telah diamankan. Aparat masih memfokuskan seluruh sumber daya untuk menemukan dua personel yang belum diketahui keberadaannya.
Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhie Perdana Putra gugur saat menjalankan tugas. Sementara dua anggota lainnya, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, hingga kini masih dalam pencarian.
Kapolres juga menuturkan bahwa jenazah yang telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Palangka Raya baru Aipda Yudhie Perdana Putra. Adapun korban lain dalam peristiwa itu hingga kini belum dibawa ke rumah sakit tersebut.
“Untuk korban lainnya masih belum. Yang dievakuasi ke RS Bhayangkara hanya anggota,” pungkasnya. dte/fwa-red











