-
Hukrim

Kapolda: Operasi Penindakan di Tumbang Kalemei Sudah Sesuai SOP

448
×

Kapolda: Operasi Penindakan di Tumbang Kalemei Sudah Sesuai SOP

Sebarkan artikel ini
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan didampingi Komisioner Kompolnas RI M. Choirul Anam dan Sukardi Hamid, memberikan keterangan saat Konferensi pers di Mapolda Kalteng, Palangka Raya, Selasa (7/7/2026). FOTO TABENGAN/TIO
-

+Kapolda Kalteng Tegaskan Perang Melawan Narkoba Terus  Berlanjut

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, menegaskan bahwa operasi penindakan terhadap jaringan peredaran narkotika di Kabupaten Katingan telah dipersiapkan secara matang dan dilaksanakan sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP).

Penegasan tersebut disampaikan saat Konferensi pers yang berlangsung di Mapolda Kalteng pada Selasa (7/7/2026), untuk meluruskan kronologi peristiwa yang berujung gugurnya tiga personel kepolisian saat menjalankan tugas memberantas peredaran narkoba.

Menurut Kapolda, sebelum operasi dilakukan, personel Satresnarkoba Polres Katingan telah lebih dahulu menerima informasi mengenai aktivitas peredaran narkotika di lokasi sasaran. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui serangkaian penyelidikan dan pemantauan yang berlangsung dalam kurun waktu cukup lama.

“Dari hasil penyelidikan itu, anggota sudah mengetahui karakteristik wilayah, kondisi lingkungan, hingga pola aktivitas para target operasi. Seluruh perencanaan dilakukan secara matang sehingga pembagian tugas personel telah disusun sebelum penindakan dilaksanakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam operasi tersebut turut dilibatkan seorang polisi wanita (Polwan). Keterlibatan Polwan melainkan karena berdasarkan hasil penyelidikan terdapat dugaan salah satu target operasi merupakan seorang perempuan yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika.

“Polwan sudah ditempatkan di titik yang telah ditentukan. Sementara tim lainnya bergerak menuju sasaran sesuai dengan pembagian tugas berdasarkan informasi yang diperoleh sebelumnya,” jelasnya.

Kapolda menegaskan, seluruh tahapan operasi telah mengikuti prosedur yang berlaku di lingkungan Polri. Menurutnya, operasi penindakan terhadap pelaku tindak pidana narkotika merupakan kegiatan yang telah rutin dilaksanakan sehingga setiap personel memahami standar operasi yang harus dijalankan.

“Pada saat melakukan penindakan, semua sudah sesuai prosedur. Anggota telah mempersiapkan seluruh langkah yang diperlukan sebagaimana standar operasional yang berlaku,” tegasnya.

Namun situasi di lapangan berubah drastis ketika personel mulai melakukan tindakan kepolisian terhadap target operasi.

Kapolda mengungkapkan, keluarga target bersama sejumlah orang yang diduga merupakan bagian dari kelompok pelaku justru melakukan perlawanan dan memprovokasi warga sekitar.

Mereka berteriak-teriak dengan menyebut anggota kepolisian sebagai “perampok” sehingga memancing perhatian masyarakat. Tidak hanya itu, kelompok tersebut juga melakukan penyerangan menggunakan berbagai senjata.

“Mereka memprovokasi dengan teriakan ‘rampok’. Selain itu, mereka juga mengeluarkan senjata tajam dan senjata api laras panjang,” ungkapnya.

Akibat situasi yang semakin tidak terkendali dan demi menghindari jatuhnya korban lebih banyak, baik dari pihak kepolisian maupun masyarakat sekitar, personel memutuskan untuk mundur dari lokasi.

Keputusan mundur tersebut diambil setelah anggota memperoleh informasi bahwa kelompok pelaku dalam jumlah cukup banyak telah berkumpul di bagian depan rumah target operasi sehingga jalur evakuasi melalui darat tidak lagi memungkinkan.

Kapolda menerangkan, setelah berada di sungai, personel sempat menepi dan berkumpul kembali untuk memastikan kondisi masing-masing anggota. Saat itu diketahui beberapa personel mengalami luka-luka akibat serangan yang terjadi sebelumnya.

Namun, upaya penyelamatan tersebut tidak berlangsung lama karena kelompok pelaku terus melakukan pengejaran dan penyerangan terhadap anggota kepolisian.

“Anggota sempat berkumpul di tepian sungai. Di situ terlihat ada beberapa yang mengalami luka. Tetapi serangan dari para pelaku terus berlanjut sehingga anggota kembali memutuskan masuk ke sungai,” terangnya.

Berdasarkan informasi awal yang diterima, Kapolda menyebut terdapat personel yang sempat berhasil dikuasai oleh kelompok pelaku saat insiden berlangsung. Dugaan tersebut kini menjadi bagian dari materi penyidikan yang sedang didalami penyidik.

“Saya juga mendapat informasi bahwa ada anggota kami yang sempat diamankan oleh para pelaku. Kemungkinan itulah anggota-anggota kami yang kemudian gugur. Seluruh fakta tersebut masih terus didalami dalam proses penyidikan,” sebutnya.

Pasca-peristiwa tersebut, Polda Kalteng kini memusatkan perhatian pada proses penegakan hukum terhadap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap anggota Polri.

Kapolda menyampaikan bahwa ada tiga pelaku telah berhasil diamankan. Meski demikian, penyidik masih terus memburu pelaku lainnya yang diduga memiliki peran dalam aksi penyerangan tersebut.

Ia pun mengimbau kepada para pelaku yang hingga kini masih melarikan diri agar segera menyerahkan diri kepada pihak kepolisian sebelum dilakukan tindakan hukum lebih lanjut.

“Saya perintahkan kepada seluruh pelaku yang belum tertangkap agar segera menyerahkan diri ke kepolisian. Proses hukum akan terus berjalan sampai seluruh pihak yang bertanggung jawab berhasil diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. dte

 

-
-
-